BANDUNG, iNews.id – Dukungan Paguyuban Paranormal Sunda ke pasangan calon (paslon) nomor urut empat, Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi (Duo DM) ternyata tidak mendapat respons positif dari tim Duo DM. Dukungan itu justru dianggap berpengaruh buruk terhadap elektabilitas paslonnya, bahkan dianggap sebagi bentuk kampanye hitam.
Kuasa hukum Duo DM, Agus Sihombing pun melaporkan Ketua Paguyuban Paranormal Sunda Tubagus Jaeni ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jabar menyangkut dugaan kampanye hitam melalui penyebaran video. Laporan ini berawal dari dukungan Paguyuban Paranormal Sunda kepada pasangan Duo DM. Dalam video pendek yang beredar luas di masyarakat, tampak sejumlah anggota paguyuban berdoa dengan sesajian. Dalam doa itu, mereka meminta pertolongan kepada makhluk gaib untuk kemenangan Duo DM di Pilgub Jabar.
Mereka menilai tayangan rekaman dukungan itu justru menunjukkan Duo DM seolah-olah menggunakan hal bersifat mistis untuk memenangkan pilgub. Deklarasi Paguyuban Paranormal Sunda mendiskreditkan Duo DM karena masyarakat akan beranggapan pasangan Duo DM didukung oleh makhluk gaib.
“Setelah kami pelajari isi pemberitaan, seolah-olah mereka mendukung, namun justru jadi kampanye hitam. Dukungan ini malah bisa berbalik karena masyarakat akan menilai paslon kami menggunakan media gaib, dukun-dukunan,” ujar Agus.
Dia melanjutkan, dari hasil pemeriksaan, Paguyuban Paranormal Sunda juga ternyata bukan bagian dari relawan Duo DM. “Kami tidak mengetahui soal penyebaran video. Itu bukan bagian dari kampanye paslon kami. Kasusnya sudah kami laporkan. Bawaslu sudah menerima laporan dan kami menunggu untuk proses selanjutnya,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Paguyuban Paranormal Jabar Tubagus Junaedi mengatakan, keputusan dukungan politik paranormal se-Jabar ini telah dilakukan sesuai dengan penerawangan mata batin mereka. Kedua kandidat tersebut dinilai memiliki kemampuan memimpin Jabar dalam waktu lima tahun ke depan.
“Calon gubernur nomor 4 ini adalah pemimpin yang diinginkan masyarakat Jabar. Mereka bisa membenahi Jabar dan melanjutkan serta meningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Tubagus.
Tubagus menyebutkan, Jabar membutuhkan pemimpin yang bisa melakukan perbaikan di berbagai sektor. Terutama, dalam hal mengembalikan jati diri masyarakat dan budaya Sunda yang sedikit demi sedikit mulai terkikis. “Jabar perlu sosok pemimpin baru yang bisa mengembalikan budaya Sunda menjadi prinsip dasar kehidupan,” tuturnya.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait