Friedrich Silaban, arsitek Masjid Istiqlal. (Foto: thejourney.home.co.id)

JAKARTA, iNews.id - Indonesia memiliki banyak arsitek berbakat. Para arsitek tersebut bahkan sudah mendunia karena karya-karyanya. Kemampuan arsitek Indonesia sudah dikenal sejak awal abad ke-19. Ini menjadi hal yang membanggakan bagi bangsa Indonesia. 

Berikut daftar arsitek Indonesia yang diakui dunia

 1. Friedrich Silaban

Friedrich Silaban adalah orang Indonesia yang mendunia. Friedrich merupakan arsitek generasi awal di Indonesia. Ia lahir pada 16 Desember 1912 dan wafat pada 14 Mei 1984 saat berusia 71 tahun. 

Selama hidupnya, Friedrich sudah menjadi arsitek bangunan-bangunan terkenal. Tak ayal, nama dan karyanya pun diakui dunia. Salah satu karya Friedrich Silaban yang luar biasa adalah Masjid Istiqlal, Jakarta. Masjid ini dibangun pada tahun 1954 dan menjadi masjid terbesar di Asia Tenggara. 

Fakta menarik dari Friedrich adalah seorang yang beragama Kristen. Namun dia berhasil membuat bangunan ibadah agama Islam dengan menaruh makna yang pas yaitu Ketuhanan.

Berkat prestasinya dalam membuat Masjid Istiqlal, Friedrich mendapat anugerah Tanda Kehormatan Bintang Jasa Sipil. Beberapa bangunan yang pernah dibuat Friedrich antara lain Gelora Bung Karno, Tugu Khatulistiwa di Pontianak, Monumen Nasional, dan masih banyak lagi. Friedrich juga berperan dalam pembentukan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).

2. Ridwan Kamil

Ridwan Kamil, arsitek dengan karya mendunia kini Gubernur Jawa Barat. (Foto: Humas Pemprov Jabar) 

Sosok yang kini menjadi orang nomor satu di Jawa Barat ini terkenal dengan karya yang luar biasa dalam arsitektur. Ridwan Kamil merupakan lulusan arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1995. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat dan mendapatkan gelar Master of Urban Design. Dirinya juga sempat bekerja di negera itu sebagai arsitek.

Beberapa bangunan yang pernah dirancang oleh pria kelahiran 4 Oktober 1971 ini adalah Museum Tsunami Aceh,  Beijing Finance Street di China, Ningbo Newton di China, Rumah Botol di Bandung, dan Masjid Syaikh Ajlin di Gaza, Palestina. 

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini juga terlibat dalam Marina Bay Waterfront Master Plan di Singapura. Bangunan terbaru yang dirancang oleh Ridwan Kamil adalah Masjid Al Mumtadz, yang dibangun untuk mengenang mendiang putra pertamanya, Emmeril Kahn Mumtadz yang meninggal pada 8 Juni 2022 lalu di Sungai Aare, Swiss.

3. Andra Matin

Andra Matin adalah salah satu arsitek yang banyak menerima penghargaan selama berkarier. Arsitek asal Bandung yang lahir pada 1962 ini mengawali karier di Grahacipta Hadiprana selama hampir satu dekade, sebelum akhirnya mendirikan konsultan di Jakarta. 

Andra pernah meraih penghargaan dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dengan kategori bangunan komersial untuk proyek Le Bo Ye Design Office (1999), Honorable Mention dalam Kompetisi Revitalisasi Galeri Seni Rupa (2001), dan penghargaan dari IAI selama empat kali (2002, 2006, 2008, dan 2012).

Andra juga pernah mengikuti beberapa pameran lokal dan internasional yaitu Biennale, Reciprocity, Social Mall di Rotterdam, GA Gallery Tokyo, Frankfurt Book Fair di Jerman (2015), serta MAISON&OBJET di Paris (2016 dan 20017). Selain menjadi arsitek, Andra adalah pendiri kegiatan Rabu Senja yang merupakan kegiatan diskusi bulanan tentang arsitektur dan profesional serumpun.

4. Liem Bwan Tjie

Liem Bwan Tjie, arsitek Indonesia (Foto: https://colonialarchitecture.eu)

Liem Bwan Tjie adalah arsitek generasi pertama Indonesia. Lelaki kelahiran 6 September 1861 ini menjadi arsitek modern pertama di eranya karena telah memadukan gaya arsitektur tradisional China dan model Eropa. 

Pada awal kariernya, Liem mendesain rumah tinggal bagi orang kaya, terutama di wilayah Semarang dan beberapa kota besar di Jawa. Salah satu karyanya yang terkenal yaitu rumah tinggal Sih Tiauw Hien di Semarang. Selain itu ada rumah tinggal milik Tan Tjong le, rumah Dr Ir Han Tiauw Tjong, dan masih banyak lagi.

Fasilitas umum seperti Stadion Ikada di Jakarta, yang kini ditempati Monumen Nasional dan Stadion Teladan di Medan juga dirancang oleh Liem. Arsitek Indonesia yang mendunia ini wafat pada 28 Juli 1966 saat berusia 75 tahun.

5. Soejoedi Wirjoatmodjo

Soejoedi Wirjoatmodjo adalah perancang Gedung DPR-MPR yang sangat ikonik di Jakarta. Gedung ini kerap disebut gedung kura-kura. 

Mungkin namanya masih asing di telinga, karena Soejoedi adalah arsitek generasi pertama di Indonesia. Pria kelahiran 27 Desember 1928 ini adalah lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB). Selama mengikuti pendidikan, Soejoedi dikenal berprestasi hingga menjadi siswa pertama yang mendapat beasiswa dari pemerintah Prancis. Namun ia pindah ke Belanda karena merasa tidak cocok dengan negara Prancis.

Soejoedi memulai kariernya pada akhir 1960-an. Presiden Soekarno meminta dirinya menjadi kepala arsitek untuk beberapa proyek arsitektur nasional di Jakarta. Tugas itu membuat kariernya berkembang hingga bisa mendesain Gedung DPR-MPR. Soejoedi juga pernah merancang gedung-gedung kedutaan Republik Indonesia yang berada di Kuala Lumpur, Seoul, Prancis, dan Beograd.

6. Hendra Hadiprana

Hendra Hadiprana adalah arsitek yang sudah berkarya lebih dari 60 tahun. Selama kariernya, Hendra pernah merancang bangunan terkenal seperti Ramayana Galleries, Hotel Hilton, dan Bank Niaga Indonesia yang berada di Hong Kong. 

Pria kelahiran 13 Agustus 1929 ini terkenal sangat ahli dalam pekerjaannya. Hendra menguasai interior, landscape, artwork, lighting, ahli tata meja, art gallery, took perhiasan, hingga desain grafis. 

Dia sempat tinggal di Belanda selama tujuh tahun dan kembali ke Indonesia dan melanjutkan kariernya. Selain menjadi arsitek ternama, Hendra merupakan seorang kolektor lukisan dan barang seni.

7. Achmad Noe’man

Achmad Noe'man dijuluki arsitek seribu masjid. (Foto: arsitek.in)

Berkat karya-karyanya, Achmad Noe’man mendapat julukan arsitek seribu masjid. Julukan itu dia dapat lantaran telah membangun banyak masjid, baik di dalam maupun luar negeri. Pria kelahiran Garut, 10 Oktober 1926 ini merupakan pelopor masjid tanpa kubah seperti Masjid Salman yang berada di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB).

Karya Achmad Noe’man yang berlokasi di luar negeri adalah Masjid Indonesia di Sarajevo, Bosnia. Dia juga merancang beberapa masjid di dalam negeri, antara lain Masjid Lambung Mangkurat di Banjarmasin, Masjid At-Tin di TMII Jakarta, Masjid Raya Bandung, Masjid Islamic Center Jakarta, dan Masjid Ismail Marzuki Jakarta.

Achmad Noe’man menempuh pendidikan arsitektur di ITB. Setelah itu dia melanjutkan S2 di Kentucky, Amerika Serikat. Selain menekuni karier sebagai arsitek, ia pernah menjadi dosen di jurusan Seni Rupa ITB. Dia telah meninggal pada 4 April 2016.


Editor : Reza Yunanto

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network