Meski demikian, desakan mahasiswa yang ingin bertemu langsung dengan Bupati membuat situasi semakin panas. Dalam tuntutannya, mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan, seperti lambannya penanganan jalan rusak, pelayanan kesehatan yang belum merata, fasilitas pendidikan yang dinilai kurang layak, serta tata kelola infrastruktur yang dianggap buruk.
Ketegangan berlangsung hampir setengah jam sebelum akhirnya mereda setelah Wakil Bupati Karawang menemui perwakilan mahasiswa untuk berdialog.
Massa kemudian diperbolehkan masuk secara terbatas guna menyampaikan aspirasi. PMII menegaskan, jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti, aksi serupa dengan jumlah massa lebih besar akan kembali digelar.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait