BEKASI, iNews.id – Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung di depan Kantor Bupati Bekasi, Jawa Barat, berakhir ricuh, Kamis (2/4/2026). Massa aksi terlibat bentrok dengan petugas keamanan saat berusaha merangsek masuk ke dalam area kantor bupati.
Kericuhan bermula saat ratusan mahasiswa dari berbagai universitas ini melakukan aksi saling dorong dengan petugas gabungan dari Kepolisian dan Satpol PP. Suasana kian memanas hingga terjadi baku hantam antara petugas dan massa aksi di depan pintu gerbang utama.
Meski mendapatkan pengawalan ketat, barisan pertahanan petugas akhirnya jebol setelah massa aksi terus memberikan tekanan. Mahasiswa pun berhasil merangsek masuk ke area halaman kantor. Namun, langkah mereka tertahan kembali setelah petugas memperketat penjagaan di depan gedung utama guna mencegah massa masuk ke dalam ruang kantor Bupati Bekasi.
Koordinator aksi, Aidil, menyatakan bahwa kedatangan mereka membawa delapan tuntutan krusial yang harus dipertanggungjawabkan oleh Pemkab Bekasi. Dua di antaranya menjadi sorotan utama, yakni jaminan pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu dan jaminan ketersediaan lapangan kerja bagi warga lokal.
"Kami membawa delapan tuntutan. Kami menagih jaminan pendidikan dan ketersediaan lapangan kerja bagi warga lokal Bekasi. Kami akan terus bertahan sampai Bupati menemui kami langsung," kata Aidil.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait