Jembatan penghubung antarkampung di Ciwidey rusak berat akibat diterjang banjir bandang. (FOTO: ISTIMEWA)
Arif Budianto

BANDUNG, iNews.id - Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung pada Senin (6/6/2022) malam, menyebabkan belasan rumah dan fasilitas umum rusak. Beruntung tidak ada korban, baik luka maupun jiwa dalam bencana tersebut.

Kasi Kedaruratan Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat Hadi Rahmat H mengatakan, bencana banjir bandang di Desa/Kecamatan Ciwidey, menerjang tiga kampung, yaitu, RW 16 Kaum Kidul, RW 17 Sukasari, dan RW 08 Kampung Cimuncang.

"Banjir bandang menyebabkan satu jembatan penghubung Cimuncang rusak berat. Enam unit rumah terdampak, satu tempat ibadah, dan tiga unit rumah rusak berat," kata Hadi dalam keterangan resminya, Selasa (7/6/2022). 

Berdasarkan hasil assement yang dilakukan petugas BPBD Kabupaten Bandung, bencana tersebut menyebabkan jembatan penghubung Kampung Cimuncang, Desa Ciwidey, rusak berat dan merendam masjid. 

Kemudian, enam unit rumah di RT 01/RW 08, Kampung Ciumncang, rusak ringan. Keenam rumah itu antara lain, milik Dayat yang ditinggali oleh dua kepala keluarga KK (6 orang), Ridwan (1 KK/3 orang), Aso (1 KK/4 orang), Awang (1 KK/2 orang), Dede (1 KK/3 orang), dan Nunur (2 KK/4 orang).

"Sedangkan tiga unit rumah rusak berat diterjang banjir bandang antara lain milik Ara, Eem, dan Neni," ujar Hadi. 

Diberitakan sebelumnya, hujan lebat yang mengguyur kawasan Bandung Raya sejak sore hingga malam, memicu sungai meluap. Akibatnya, banjir bandang menerjang Kampung Warung, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, dan Desa/Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, pada Senin (6/6/2022). 

"Terjadinya banjir bandang diakibat terjadi over kapasitas air pada saluran-saluran pembuangan," kata Kasi Kedaruratan Pusdalops BPBD Jabar Hadi, Senin (6/6/2022).

Selain hujan intensitas tinggi, ujar Hadi, banjir bandang juga disebabkan oleh pendangkalan dan penyumbatan di sungai serta saluran pembuangan air di wilayah itu. "Terjadi juga sedimentasi mengakibatkan penyumbatan pada saluran pembuangan," ujarnya. 

Akibat banjir bandang tersebut, satu unit jembatan penghubung Kampung Warung dan Cimundang terputus. "Untuk korban jiwa sampai dengan saat ini masih dilakukan assesment oleh personel di lapangan," tutur Hadi.

Kabid PK BPBD Kabupaten Bandung Hendra mengatakan, sebenarnya tidak tepat disebut banjir bandang karena yang terjadi sebenarnya hanya luapan air sungai dan saluran air akibat hujan lebat yang mengguyur kawasan Bandung Raya. "Hanya luapan sungai kang," kata Hendra.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT