“Pembiaran terhadap aktivitas seperti ini berpotensi memicu konflik sosial. Aparat harus segera menyelidiki dan memastikan kebenaran video serta menindak sesuai hukum yang berlaku,” katanya.
Dia juga mengajak tokoh agama, ulama, serta pimpinan pondok pesantren untuk ikut bersuara dan berperan aktif dalam menjaga nilai moral serta kondusivitas sosial di Kabupaten Cirebon.
“Ini bukan sekadar persoalan viral, tetapi menyangkut ketertiban sosial dan jati diri daerah,” ucapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pemerintah daerah terkait keaslian video dan lokasi kejadian yang dimaksud.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait