Rifa menjelaskan, lebih dari 70 persen kebutuhan vaksin polio dunia dipasok Bio Farma. Namun pihaknya tetap mengutamakan kebutuhan dalam negeri, terutama jika ada kebutuhan mendesak seperti kebutuhan untuk Outbreak Response Immunization (ORI).
“Tentu kami dahulukan kebutuhan dalam negeri, apalagi di Jawa Barat yang telah menetapkan polio sebagai KLB (kejadian luar biasa),” kata dia.
Diketahui, Jawa Barat akan melaksanakan imunisasi polio serentak di 27 kabupaten kota, sebagai respons wabah polio di Kabupaten Purwakarta. Imunisasi polio terhadap 3,9 juta balita tersebut akan digelar 2 kali, yaitu 3-15 April, dan 15-27 Mei 2023.
Anak dengan kasus polio dapat dilihat dengan ciri ciri demam, lelah, nyeri tungkai, kaku leher, dan lainnya. Virus ini dapat menyebabkan kelumpuhan.
Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait