EP alias Nomo, pelaku pembacokan berhasil ditangkap anggota Polsek Pangandaran. (FOTO: iNews/IRFAN RAMDIANSYAH)
Irfan Ramdiansyah

PANGANDARAN, iNews.id - Setelah 25 hari buron, EP alias Nomo, pelaku pembacokan tetangganya Nur Holik di Dusun Munggang Gondang RT 03/04, Desa Purbahayu, Kecamatan, Kabupaten Pangandaran, ditangkap polisi. Saat ini pelaku dalam periksaan intensif petugas Satreskrim Polres Pangandaran.

Pelaku EP alias Nomo ditangkap di tempat kos, kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Saat diringkus, tersangka tidak melakukan perlawanan. Diketahui, EP alias Nomo membancok korban Nur Holik pada Senin 31 Oktober 2022 lalu. 

Perburuan terhadap pelaku melibatkan lima anggota Unit Reskrim Polsek Pangandaran dibantu tim dari Unit Jatanras Ditreskrimum Polda Jabar.

"Keberadaan pelaku EP alias Nomo berada di Ciracas, Jakarta Timur, diketahui setelah petugas melacak nomor HP pelaku yang aktif. pelaku langsung di limpahkan ke reskrim polres pangandaran guna penyelidikan lebih lanjut," kata Kapolsek Pangandaran AKP Adi Widodo, Kamis (24/11/2022).

AKP Adi Widodo menyatakan, akibat pembacokan yang dilakukan tersangka EP alias Nomo, korban nur holik mengalami luka parah di bagian telinga, kepala, tangan.

"Korban harus menjalani perawatan RSUD Pandega Pangandaran. Pembacokan dilakukan tersangka diduga bermotif dendam pribadi," ujar AKP Adi Widodo.

Diberitakan sebelumnya, aksi pembacokan pelaku EP alias Nomo terhadap tetangganya Nur Holik di Dusun Munggang Gondang, Desa Purbahayu, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, membuat geger masyarakat, Senin (31/10/2022). Korban terluka di telinga, kepala, dan tangan.

Istri korban, Tusinah mengatakan, kejadiannya sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, dia bersama suaminya tengah berada di depan rumah. Tiba -tiba datang pelaku EP sambil membawa golok langsung membacok korban yang saat itu sedang menggendong cucu.

Korban pun berusaha menghindar dan menangkis sambil melindungi cucunya. Setelah korban menyerahkan sang cucu ke istrinya, korban berusaha melawan dan merebut golok dari tangan pelaku. Setelah golok pelaku berhasil direbut, pelaku langsung melarikan diri.

"Untung cucu saya enggak kena goloknya. Mereka itu sempat rebutan golok terus pelaku kabur. Suami sempat mau ngejar tapi karena sudah berdarah balik lagi," kata Tusinah, Senin (31/10/2022).

Tusinah menuturkan, suami sempat mengejar pelaku tapi karena lemas sudah bersimbah darah akhirnya kembali lagi. Setelah itu suaminya dibawa ke IGD RSUD Pandega karena banyak mengalami luka akibat bacokan.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT