Warga terdampak banjir Karawang terpaksa digendong saat dievakuasi ke tepat lebih aman. (Foto: iNews.id/Nilakusuma)

KARAWANG, iNews.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang kesulitan mengevakuasi warga terdampak banjir karena minimnya perahu karet. Petugas BPBD pun terpaksa mengevakuasi sebagian korban terdampak banjir dengan cara digendong.

Pelaksana BPBD Karawang,  Yasin Nasrulah, mengaku perlengkapan untuk evakuasi korban banjir sangat terbatas, salah satunya ketersediaan perahu karet. Sementara di sisi lain banjir semakin meluas yang awalnya hanya merendam delapan desa, namun menjelang siang bertambah menjadi 13 desa di tujuh kecamatan. Selain itu, ketinggan air terus naik dan kini sudah mencapai 1,5 meter.

"Ya karena kurang perahu karet ada juga warga yang harus digendong saat evakuasi. Petugas kita sebar ke lokasi banjir," kata Yasin, Minggu (7/2/2021). 

Untuk mengantisipasi keterbatasan alat, BPBD Karawang memperbanyak relawan dalam mengevakuasi warga. Sehingga semua warga terdampak banjir bisa dengan cepat diungsikan ke tempat yang lebih aman. 

"Iya hari ini laporan masuk dari berbagai wilayah banjir semakin meluas. Kalau tadi pagi, baru delapan desa, tapi siang ini bertambah jadi 13 desa di 7 kecamatan. Kalau hujan terus-terusan seperti sekarang bisa jadi banjir semakin meluas," tuturnya.


Editor : Asep Supiandi

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network