Mulai besok, Jumat (3/9/2021), sistem ganjil genap diterapkan di lima gerbang tol di Kota Bandung. Sistem ini khusus untuk kendaraan luar kota. (Foto: istimewa)

BANDUNG, iNews.id - Pemkot dan Polrestabes Bandung menerapkan sistem ganjil genap di lima gerbang tol untuk mengurangi arus kendaraan dari luar kota. Sistem ini diterapkan setiap weekend, mulai Jumat hingga Minggu.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Aswin Sipayung mengatakan, sebanyak 467 personel Polrestabes Bandung dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung disiagakan di lima gerbang tol tersebut saat sistem ganjil genap diterapkan setiap akhir pekan.

Lima gerbang tol terebut antara lain, GT Tol Pasteur, Pasirkoja, Kopo, Moh Toha, dan Buahbatu. Di setiap gerbang tol, disiagakan personel Polrestabes dan Dishub Kota Bandung.

Bagi kendaraan luar kota dengan pelat nomor akhir tak sesuai tanggal pemberlakuan ganjil genap, akan diputar balik oleh petugas.

"Kami melakukan kegiatan (ganjil genap) di beberapa titik pintu masuk Kota Bandung. Sistem ganjil genap ini diterapkan untuk mengurangi arus masuk (kendaraan dari luar kota) ke Bandung saat weekend dikarenakan (angka kasus Covid-19) masih tinggi," kata Kapolrestabes Bandung saat apel gelar pasukan di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis (2/9/2021).

Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP M Reno Hadianto mengatakan, ganjil genap mulai dilaksanaan Jumat (3/9/2021) sejak pukul 16.00 sampai pukul 21.00 WIB. Sedangkan pada Sabtu dan Minggu, ganjil genap di gerbang tol diterapkan mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB.

Namun, sama seperti saat sistem ini diterapkan di dalam kota, ada beberapa kendaraan yang menjadi pengecualian yang bisa melintas saat ganjil genap diterapkan di gerbang tol.

Di antaranya, kendaraan dinas kepolisian, TNI, kendaraan dinas berpelat nomor merah, angkutan barang, angkutan umum termasuk taksi online, ambulans, pemadam kebakaran, dan kendaraan dinas kesehatan ataupun yang bersifat darurat khususnya dalam penanganan Covid-19. 

Alasan pemilihan lima titik, kata Kasatlantas, karena akses masuk ke Kota Bandung adalah lima gerbang tol yang menjadi favorit masyarakat dari luar kota. Dengan pelaksanaan ganjil genap di lima gerbang tol tersebut, diharapkan bisa mengurangi mobilitas. 

"Tujuannya agar (penanganan pandemi Covid-19) di Kota Bandung yang saat ini (menerapkan Pemberlakuan Pembatasan kegiatan Masyarakat/PPKM) di level tiga, bisa semakin membaik dan tidak ada lonjakan kasus (Covid-19) ke depannya," kata Kasatlantas.

Menurut AKBP Reno, penerapan sistem ganjil genap ini dipastikan dapat mengurangi mobilitas warga dari luar kota di Bandung. Namun persentasenya tentu harus menunggu evaluasi.

"Untuk mengetahui berapa persen sistem ganjil genap dapat mengurangi mobilitas masyarakat, tentu evaluasi harus dilaksanakan terlebih dahulu, baru akan kelihatan data dari petugas di lapangan, berapa persen efektif menekan mobilitas di Bandung," ujar AKBP Reno. 

Sejauh ini, tutur Kasatlantas, berdasarkan data dari petugas gerbang tol di Kota Bandung, mobilitas saat weekday, masih dalam tahap normal. Namun saat weekend terjadi lonjakan mobilitas warga luar Kota Bandung yang signifikan. Mayoritas pendatang dengan tujuan objek wisata.

"Untuk sementara, (sistem ganjil genap) kami laksanakan di ring tiga, gerbang tol. Sedangkan untuk pelaksanaan ganjil genap di dalam kota, akan bahas dalam rapat Forum Komunikasi Lalu Lintas Jalan (LLAJ). Apakah akan diterapkan atau tidak," tutur Kasatlantas. 

AKBP Reno mengatakan, sesuai arahan Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Eddy Junaedi, pelaksanaan sistem ganjil genap hanya dikhususkan kepada masyarakat berpelat nomor luar Kota Bandung. 

Namun pengendara dari luar kota dalam rangka tugas atau kedinasan bisa menunjukkan surat kerja. Untuk saat ini sanksi (diputar balik) kembali ke dalam tol. 

"Aturan mainnya, misal besok tanggal ganjil, maka pelat nomor ganjil yang boleh masuk (ke Kota Bandung). Tiap TNKB ada pelat nomor ujungnya," ucap AKBP Reno. 


Editor : Agus Warsudi

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network