Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN LAN RI, Tri Widodo W Utomo, menegaskan bahwa konsep learning organization tetap relevan hingga kini.
Menurutnya, masih banyak instansi yang belum sepenuhnya memahami dan menerapkan prinsip organisasi pembelajar.
“Modal kapital itu bukan lagi segalanya. Yang menjadi penentu utama adalah skill, capabilities, dan knowledge of people,” katanya mengutip pemikiran Arie de Geus.
Dia menambahkan, tingginya kinerja organisasi tidak selalu ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, penguatan kapasitas ASN melalui pembelajaran berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan sektor publik.
Melalui kegiatan ini, BSKDN berharap konsep bangun ASN pembelajar melalui lima disiplin learning organization dapat diinternalisasikan dalam budaya kerja. Dengan demikian, organisasi diharapkan menjadi lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kinerja berkelanjutan.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait