Arus balik pemudik di Tol Cipali, Cilameri, Subang. (FOTO: iNews/YUDY HERYAWAN JUANDA)
Adi Haryanto

BANDUNG, iNews.id - Polda Jawa Barat mewaspadai pemudik yang memanfaatkan libur panjang akhir pekan atau long weekend bertepatan dengan Hari Raya Wisyak 2022. Sekitar 10 persen pemudik diprediksi belum kembali dari kampung halaman ke kota perantauan. 

"Ada estimasi, gambaran, sesuai data, sekitar 10 persen pemudik yang belum kembali dari kampung halaman. Jumlahnya tidak terlalu signifikan," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu (14/5/2022). 

Kombes Pol Ibrahim menyatakan, Polda Jabar telah menyiapkan antisipasi dengan tetap menyiagakan personel di sepanjang jalur arus balik. "Kegiatan personel di lapangan tetap ada. Pos saat operasi ketupat masih ada. Kami standby-kan, tapi komposisinya dikurangi," ujar Kombes Pol Ibrahim Tompo.

Pola pengamanan, tutur Kabid Humas, juga disesuaikan dengan situasi. Kemungkinan tidak akan ada rekayasa arus lalu lintas mengingat jumlah pemudik tak sebanyak saat musim mudik kemarin. "Prediksi kapasitas jalan baik di tol dan arteri masih cukup. kemungkinan tidak ada rekayasa lalin," tutur Kabid Humas Polda Jabar.

Selain memanfaatkan libur panjang, kata Kombes Pol Ibrahim Tompo, 10 persen pemudik belum kembali juga karena ada kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan jadwal masuk sekolah dan bekerja berbeda-beda. 

Karena itu, seusai libur Hari Raya Idul Fitri, masih ada pemudik yang belum kembali dari kampung halaman. Hal itu masih jadi perhatian Polda Jabar karena dikhawatirkan masih akan terjadi peningkatan volume kendaraan. 

"Angka 10 persen pemudik yang belum comeback itu normal karena mungkin masih ada yang mengambil libur tambahan," ucap Kombes Pol Ibraim Tompo di Mapolres Cimahi.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT