Permukaan air Waduk Ir H Djuanda atau Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta terus surut selama tiga bulan terakhir akibat musim kemarau.

PURWAKARTA, iNews.id - Permukaan air Waduk Ir H Djuanda atau Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta terus surut selama tiga bulan terakhir akibat musim kemarau. Kondisi ini dikhawatirkan bakal mengganggu pasokan air untuk irigasi persawahan, industri serta air baku ke Jakarta.

Kondisi waduk seperti itu akan semakin mengkhawatirkan jika sampai November 2023, hujan tidak turun juga.

Di mana batas normal tinggi muka air maksimal 107 meter di atas permukaan laut (mdpl), sedangkan saat ini berada pada 96 mdpl. Ketinggian itu berada 2 meter di atas batas kritis yang ditentukan Perum Jasa Tirta II selakupengelola waduk, yakni 94,44 mdpl.

Menurut Direktur Operasi dan Pemeliharaan Perum Jasa Tirta II, Anton Mardiyanto, penyusutan waduk ini karena air yang dikeluarkan lebih besar daripada yang masuk. Namun hingga saat ini pasokan air untuk saluran irigasi persawahan di Karawang, Bekasi dan pantura Subang masih aman. 

"Begitu juga pasokan air baku untuk industri dan PDAM di DKI Jakarta masih normal," kata Anton.

Akan tetapi, kata dia, bila cuaca kemarau ini berkelanjutan hingga November 2023 mendatang, Perum Jasa Tirta  II akan menyiapkan teknologi modifikasi cuaca atau TMC, untuk menurunkan hujan buatan. Hal ini agar debit air Waduk Jatiluhur bisa terjaga.

Untuk TMC, Perum Jasa Tirta II telah menyiapkan anggaran sekitar Rp13,4 miliar. Seperti diketahui wilayah kerja perusahaan ini meliputi wilayah Bekasi, Karawang, Subang, Purwakarta dan sebagian Indramayu.


Editor : Asep Supiandi

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network