Siswi SMK tengah melaksanakan praktik menjahit di sekolah. Sebanyak 35 SMK di Jabar resmi menyandang status BLUD dari Kemendikbudristek. (Foto/Ilustrasi/Dok)
Agung Bakti Sarasa

BANDUNG, iNews.id - Sebanyak 35 sekolah menengah kejuruan (SMK) di Provinsi Jawa Barat menyandang status Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Dengan status ini, 35 SMK tersebut berorientasi mencetak lulusan yang siap kerja dengan bekal ilmu dan keterampilan yang mereka dapat di sekolah.

Jabar menjadi provinsi dengan jumlah SMK BLUD terbanyak di Indonesia. Hingga Maret 2022, jumlah SMK BLUD di Indonesia mencapai 112 sekolah. Dari data tersebut, Jabar menjadi provinsi terbanyak yang menerapkan tata kelola BLUD, sebanyak 35 SMK.  

"Sebanyak 112 SMK tersebut berasal dari Provinsi Jawa Timur sebanyak 20 SMK, DKI Jakarta 10 sekolah, Jogja (Yogyakarta) 3 SMK, Sulawesi Selatan 19 SMK, Sumatera Barat 25 SMK, dan Jawa Barat sebanyak 35 SMK," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar Dedi Supandi dalam keterangan tertulis, Kamis (24/3/2022). 

Dedi Supandi menyatakan, Disdik Jabar telah mengumumkan peresmian 35 SMK BLUD tersebut yang ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jabar Ridwan Kamil kepada 35 kepala sekolah di SMKN 1 Karawang, Rabu (23/3/2022) kemarin.

"Tugas dan fungsi SMK untuk menciptakan generasi bangsa masa depan yang kompeten, unggul, dan berdaya saing tinggi, serta produktif. Sehingga, lulusan SMK lebih siap kerja dan akan menyelesaikan tingkat pengangguran terbuka (TPT) SMK yang selama ini sebagai penyumbang tertinggi," ujar Dedi Supandi. 

Meski berstatus BLUD, tutur Kadisdik Jabar, penghasilan dari produksi atau jasa yang didapat SMK tidak harus disetor ke kas daerah dan dapat langsung dikelola pihak sekolah. Sehingga, pelayanan di SMK menjadi efektif dan efisien karena sekolah diberi kebebasan untuk berinovasi.

BLUD SMK menerapkan teaching factory yang merupakan metode pembelajaran praktik dengan alat yang sama dengan dunia kerja sesungguhnya. Sehingga, siswa SMK memungkinkan memproduksi barang dan jasa yang sama dengan dunia kerja.

Pada akhir 2021 lalu, tutur Kadisdik, Kemendikbud memberikan penghargaan kepada 60 SMK di Indonesia dengan predikat teaching factory terbaik. Dari 60 SMK tersebut, sebanyak 9 SMK di amtaranya terdapat di Jabar. 

"Data tersebut menandakan jika teaching factory yang dimiliki SMK di Jawa Barat sudah banyak yang berstandar industri. Sebab, salah satu syarat SMK menjadi BLUD adalah fasilitas teaching factory-nya harus berstandar pabrik," tutur Kadisdik Jabar.

Sementara itu, istri Gubernur Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil yang meninjau karya hasil para siswa SMK BLUD yang dipajang di SMKN 1 Karawang mengaku terkesan. 

Atalia pun mengaku kagum dengan program Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW) yang mampu melahirkan startup baru potensial seperti Muhamad Azka Farhan dari SMKN 9 Bandung. 

"Dia berhasil mencapai omzet Rp1 miliar dari jualan sari lemon. Ini sangat luar biasa,” pujinya.

Direktur BUMD, BLUD, BMD Ditjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Budi Santosa  mengatakan, Provinsi Jabar menjadi percontohan bagi provinsi lainnya dalam hal kesigapan dan banyaknya SMK yang sudah berstatus BLUD. "Provinsi Jawa Barat dapat menjadi contoh bagi provinsi yang lain," kata Budi. 

Atalia mengparesiasi sekaligus mengingatkan kepada para kepala SMK BLUD untuk berhati-hati dalam pengelolaan keuangan sekolah, agar terhindar dari permasalahan hukum di kemudian hari.

Sementara itu, Mendikbudristek Nadiem Makarim melalui Dirjen Vokasi Pendidikan Kemendikbudristek Wikan Sakarinto mengapresiasi Pemprov Jabar yang telah antusias dalam penerapan SMK BLUD. 

Wikan Sakarinto mengatakan, setiap provinsi di Indonesia memiliki keinginan yang kuat untuk menjadikan SMK menjadi BLUD. Dia memprediksi, hingga akhir 2022, jumlah SMK BLUD di Indonesia bisa mencapai 300 hingga 400 SMK. 

"Ini terlihat dari willingness (kesediaan) dan eagerness (keinginan) dari setiap provinsi, seperti Jatim, Sumsel dan Sulsel. Dan Jabar yang paling banyak mengajukan SMK menjadi BLUD," kata Wikan. AGUNG BAKTI SARASA


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT