Ilustrasi penanganan stunting. (Foto: ist)
Inin nastain

MAJALENGKA, iNews.id - Sebanyak 2.932 anak di Kabupaten Majalengka mengidap stunting atau gangguan tumbuh kembang. Ribuan anak stunting tersebut tersebar di 26 kecamatan se-Majalengka.

"Data terakhir yang kita peroleh sampai hari ini, ada 2.932 kasus stunting di Majalengka," kata Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana, Jumat (5/8/2022).

Data kasus stunting tersebut, ujar Tarsono D Mardiana, bukan berarti pemerintah abai terhadap upaya pencegahan. Selama ini, kata Tarsono, pencegahan kasus stunting menjadi salah satu prioritas pemerintah setempat.

"Kita sudah melakukan langkah-langkah sebagai upaya pencegahan kasus stunting. Salah satunya melalui program gerebek bareng bersama seluruh stakeholder. Kami masih terus mencari tahu faktor penyebab stunting itu. Apakah dari pola makan, pengetahuan, ekonomi, atau keturunan," ujar Tarsono D Mardiana.

Wabup Majalengkan menuturkan, menyambut baik langkah yang ditempuh sejumlah instansi dalam penanganan stunting. Kodim 0617 Majalengka adalah salah satu instansi yang telah meluncurkan program sebagai langkah pencegahan stunting, lewat Bapak Asuh Anak Stunting

"Alhamdulillah, dengan banyaknya institusi yang melakukan program melakukan stunting, seperti Kodim 0617 Majalengka hari ini. Diharapkan angka kasus stunting bisa benar-benar turun," tutur Wabup Majalengka.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT