SUMEDANG, iNews.id - Pergerakan tanah kembali terjadi di Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Akibatnya, dua rumah warga di Dusun Caricangkas, Desa Karyamukti, ambruk terbawa longsor, sementara empat rumah lainnya kini terancam rusak, Senin (2/2/2026).
Peristiwa ini terjadi setelah wilayah Sumedang diguyur hujan deras. Salah satu penghuni rumah sempat mendengar suara patahan dari atap sebelum bangunan runtuh. Bagian dapur, kamar mandi serta sejumlah perabotan rumah tangga hancur terbawa material longsor.
"Sebelumnya hujan deras Minggu (1/2/2026). Sekarang mengungsi di rumah adik," kata Nunu Nugraha pemilik rumah yang terdampak pergerakan tanah.
Pihak desa mencatat, rumah-rumah yang terancam berada hanya sekitar 20 meter dari aliran Sungai Cipeles. Kondisi diperparah oleh abrasi bantaran sungai yang terus terjadi akibat intensitas hujan tinggi.
"Mulai-mulai muncul retakan itu bulan 11, kemarin kita juga sudah melaporkan kepada BPBD dan minta bantuan kepada PU untuk segera menanggulangi bencana tersebut," ujar Kepala Dusun Caricangkas, Agiska.
Hingga Selasa (3/2/2026) pagi, pergerakan tanah masih berlangsung. Untuk menghindari jatuhnya korban, warga terdampak memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat yang lebih aman.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait