BANDUNG, iNews.id – Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar), dilanda banjir, Kamis (7/3/2010). Sebanyak 22.105 kepala keluarga (KK) di 12 desa/kelurahan di 10 kecamatan terdampak bencana yang disebabkan meluapnya air Sungai Citarum.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulan Bencana Nasional (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, 22.105 KK terdampak banjir tersebar di Kecamatan Baleendah sebanyak 5.271 KK, Kecamatan Dayeuhkolot 3.005 KK, dan Kecamatan Bojongsoang 2.370 KK.
Kemudian, di Kecamatan Rancaekek 3.383 KK, Kecamatan Cileunyi 3.373 KK, Kecamatan Majalaya 1.929 KK, Kecamatan Banjaran 2.414 KK. Selanjutnya, di Kecamatan Cicalengka 85 KK, Kecamatan Kutawaringin 25 KK, dan Kecamatan Ibun sebanyak 250 KK.
Sutopo mengatakan, banjir sesungguhnya bukan hal yang baru bagi masyarakat sekitar bantaran Sungai Citarum di Kabupaten Bandung, apalagi di daerah Kecamatan Baleendah dan Majalaya. Dalam setahun, masyarakat di dua kecamatan itu dapat mengalami banjir hingga sekitar 10 kali.
Banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Bandung terjadi karena hujan berintensitas sedang hingga tinggi yang turun sejak Rabu (6/3/2019). Hal ini menyebabkan Sungai Citarum dan drainase meluap. Ketinggian banjir antara 40 cm hingga 280 cm.
Sutopo mengatakan, meskipun banjir melanda cukup luas dan rumah warga terendam banjir, hanya 90 KK atau 283 jiwa yang mengungsi. Rinciannya, di Kecamatan Dayeuhkolot 5 KK atau 17 jiwa, di Kecamatan Baleendah 68 KK atau 226 jiwa, dan Kecamatan Bojongsoang 17 KK atau 40 jiwa.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung bersama TNI, Polri, Basarnas, Palang Merah Indonesia (PMI), Tagana, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dan relawan, telah mengevakuasi korban dan menyalurkan bantuan kepada pengungsi.
Editor : Maria Christina
Artikel Terkait