Warga Suku Badui Bantu Amankan Ratusan Monyet yang Serbu Desa Cibeureum Kuningan

Antara ยท Kamis, 23 Januari 2020 - 16:52:00 WIB
Warga Suku Badui Bantu Amankan Ratusan Monyet yang Serbu Desa Cibeureum Kuningan
Kawanan monyet ekor panjang yang menyerbu lahan pertanian dan rumah warga di Desa Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Jabar, Rabu (22/1/2020). (Foto: Antara)

KUNINGAN, iNews.id – Warga Desa Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat (Jabar), diresahkan dengan serbuan kawanan monyet dari kawasan hutan lindung Gunung Ciremai. Sejumlah orang dari Suku Badui Banten pun diturunkan untuk membantu mengamankan satwa tersebut.

Kepala Desa Cibeureum, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Suheri mengatakan, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) secara khusus mengutus sejumlah orang dari Suku Badui Banten untuk menangkap ratusan ekor monyet liar di desa mereka.

“Monyet-monyet yang berhasil ditangkap kemudian dibawa petugas ke kantor BKSDA Purwakarta untuk dikarantina,” kata Suheri di Kuningan, Rabu (22/1/2020).

 

BACA JUGA:

Kecelakaan di Tol Cipali, 1 Bayi Tewas

Ular Weling Pemberian Orang Tak Dikenal, Bocah di Bandung Tewas Dipatuk

 

Proses penangkapan monyet berlangsung dari Sabtu (18/1/2020) hingga Selasa (22/1/2020). Selama empat hari itu, petugas dibantu warga suku Badui Banten berhasil menangkap 100 ekor lebih monyet untuk dikarantina.

Menurut Suheri, kawanan monyet dari kawasan hutan lindung Gunung Ciremai, sudah lama menyerbu rumah dan lahan pertanian warga. Jumlahnya juga terus bertambah sehingga meresahkan warga.

“Sudah lama kawanan monyet ini ke permukiman warga. Tapi, karena jumlahnya semakin banyak, maka warga mengeluh,” kata Suheri.

Suheri menambahkan, empat bulan terakhir, serangan monyet ke peemukiman penduduk desa dan lahan pertanian warga semakin tak bisa dikendalikan. Akibatnya, masyarakat Desa Cibeureum mengadukan masalah ini ke pemerintah desa setempat. Mereka mendesak agar serbuan kawanan monyet berjenis ekor panjang tersebut segera diatasi.

“Kami dari pemerintah desa kemudian berkirim surat ke BKSDA Jabar dan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) untuk bisa mengatasi masalah tersebut,” katanya.

 

BACA JUGA: Kebakaran di Perkampungan Badui Luar, 37 Rumah Ludes Dilalap Api

 

Dia mengatakan BKSDA Jabar dan BTNGC juga sudah berupaya dengan cara mengendalikan populasi monyet di hutan lindung Tamam Nasional Gunung Ciremai seluas 9 hektare.

“Jumlah populasi kera ekor panjang di hutan lindung semakin meningkat. Dalam setahun, kera betina bisa melahirkan hingga dua kali,” katanya.

Sementara seorang warga Desa Cibeureum Akhyari (60), mengaku sudah kerepotan mengatasi serbuan monyet ke permukiman. Kawanan monyet itu bukan saja mengambil barang-barang atau makanan dalam rumah, tapi juga merusak atap-atap rumah.

Selain itu, para petani sudah resah karena waktu mereka tersita untuk menjaga lahan dari ancaman serbuan monyet. “Ubi milik petani juga rusak diserang kawanan monyet yang berkeliaran,” katanya.

Editor : Maria Christina