get app
inews
Aa Text
Read Next : Pengunjuk Rasa Anarkistis di Depan Gedung DPRD Sukabumi Dipukul Mundur Brimob

Warga Kebonpedes Sukabumi Puluhan Tahun Alami Krisis Air Bersih

Senin, 04 September 2023 - 19:41:00 WIB
Warga Kebonpedes Sukabumi Puluhan Tahun Alami Krisis Air Bersih
Warga menggunakan air di kolam musala untuk memenuhi kebutuan mandi dan mencuci. (FOTO: DHARMAWAN HADI)

SUKABUMI, iNews.id - Warga Kampung Gunungbatu RT 02/04, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, puluhan tahun mengalami krisis air bersih. Untuk memasak dan minum harus membeli air dalam kemasan isi ulang.

Air sumur warga menguning karena banyak mengandung zat besi. Apalagi pada musim kemarau panjang ini, air sumur mengering sehingga warga semakin kesulitan untuk mendapatkan air yang hanya untuk mandi dan mencuci.

Nurah (53), warga mengatakan, sudah puluhan tahun krisis air bersih di wilayahnya terjadi. Terhitung semenjak ia tinggal bersama keluarganya di wilayah kampung itu, puluhan tahun ke belakang.

"Iya, sudah puluhan tahun kondisi air di sini kuning. Makanya, untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak, kami terpaksa membeli air galon isi ulang," ujar Nurah kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Senin (4/9/2023).

Untuk kebutuhan mandi dan mencuci, lanjut Murah, dirinya harus mengambil air dari kolam MCK mushola yang ada di kampung tersebut. Jika musim hujan, air sumur berwarna kuningnya. Namun, semenjak memasuki musim kemarau panjang ini, air berubah warnanya menjadi agak kehitam-hitaman.

Keluhan serupa dikatakan Ade Deni (63) yang mengeluhkan kondisi air di kampungnya yang tidak layak dikonsumsi. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dia yang hidup berdua bersama istrinya, harus membeli air galon. Dalam satu minggunya, keluarganya telah menghabiskan sebanyak 6 hingga 7 galon air yang dibeli seharga Rp5.500.

"Jadi 6 sampai 7 galon air itu, khusus kami gunakan hanya untuk memasak dan minum saja. Sedangkan, untuk mandi dan cuci pakaian atau cuci piring, kami ngambil airnya dari kolam MCK mushola. Iya, meskipun airnya kolam tidak bersih, tapi mau bagaimana lagi, tidak ada pilihan lain," ujar Ade.

Sementara itu Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Apriandani mengatakan, darurat krisis air bersih di wilayah kampung tersebut, telah dialami sebanyak 75 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah jiwa sekitar 150 orang.

"Air kolam itu, bersumber dari saluran air Sungai Cimuncang. Jadi, kondisinya agak lumayan tidak terlalu kuning jika dibandingkan air sumur. Tapi, yah begitu sebenarnya itu tidak layak. Karena, dikhawatirkan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan warga," ujar Dadan.

Solusi untuk mengatasi masalah itu, tutur Dadan, diperlukan pembangunan sumur bor dengan kedalaman minimal 30 meter untuk mendapatkan air yang bersih dan jernih. Sebab jika kurang dari 30 meter kedalamannya, air tidak jernih atau menguning dan jika dilanda kemarau panjang, airnya akan kering.

Editor: Agus Warsudi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut