Wapres Ma'ruf Amin Akan Hadiri Ijtima 3.000 Ulama Se-Jawa Barat di Cibinong Bogor

Irfan Ma'ruf ยท Minggu, 15 Desember 2019 - 16:49 WIB
Wapres Ma'ruf Amin Akan Hadiri Ijtima 3.000 Ulama Se-Jawa Barat di Cibinong Bogor
Wapres Ma'ruf Amin saat bersilaturahmi dengan para kiaia dan ulama di Yogyakarta. (Foto: Dok.iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Sekitar 3.000 ulama akan berkumpul di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/12/2019). Acara yang dinamakan Ijtima 3.000 Ulama ini menghadirkan ulama dari 27 kota/kabupaten se-Jawa Barat.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bogor, KH Ahmad Mukri Aji mengatakan, forum tersebut rutin dilaksanakan dua kali dalam setahun.

“Pada kesempatan ini insya Allah yang akan memberikan orasi ilmiah adalah Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. Kapasitas beliau sebagai ulama sekaligus umara sangat sesuai dengan tema yang diusung pada kegiatan ini yaitu "Ulama dan Masa Depan Indonesia," kata KH Ahmad Mukri Aji dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/12/2019).

Dia menuturkan, kehadiran Wapres KH Ma'ruf Amin sangat dinantikan oleh para ulama peserta ijtima’. Karena figur Kiai Maruf yang pernah menjadi pemimpin tertinggi lembaga ulama baik di MUI maupun PBNU menjadi panutan dalam menjalankan dua fungsi sekaligus, yaitu ulama yang umara dan umara yang ulama.

“Kiai Ma'ruf adalah representasi ulama dalam eksekutif. Kiprah kebangsaanya sebagai umaro mampu menjembatani dialog antara ulama dan umaro. Sinergitas seperi ini penting untuk kemaslahatan bangsa. Kita berharap beliau bisa menyampaikan peran tersebut saat orasi ilmiah di hadapan 3.000 an ulama yang hadir,” katanya.

Dosen UIN Syarif Hidayatullah Ciputat ini menegaskan, bahwa Ijtima 3.000 Ulama membawa semangat persatuan dan ukhuwah Islamiah. Sehingga sudah saatnya para ulama, dai dan mubalig menyampaikan pesan-pesan perdamaian dan menyejukan. Tidak mengemuka lagi ego, hanya karena berbeda dalam pandangan politik.

"Kita ingin memanfaatkan forum ijtima untuk mengirimkan pesan-pesan perdamaian kepada umat. Hindari perpecahan hanya karena berbeda pandangan politik. Ulama harus bersatu, agar mampu mengawal Indonesia ke arah kemajuan yang memberikan kemaslahatan untuk umat,” ujarnya.

Pada tahun 2018, Presiden Joko Widodo pernah memberikan orasi ilmiah pada forum ijtima ini. Beberapa tokoh nasional dari dalam dan luar negeri seperti menteri agama, ketua umum MUI Pusat, ulama dari Iraq dan Suriah juga pernah memberi orasi ilmiah dalam Ijtima Ulama yang rutin dilaksanakan dua kali dalam satu tahun.

Bersamaan dengan Ijtima 3.000 Ulama, juga akan dilaksanakan prosesi Wisuda 50 kader ulama angkatan XIII yang sudah menempuh Pendidikan Kader Ulama selama empat bulan.


Editor : Kastolani Marzuki