Virus Corona Mewabah di China, Bandara Husein Sastranegara Bandung Pasang Pemindai Suhu Tubuh

Ervan David ยท Selasa, 21 Januari 2020 - 14:47 WIB
Virus Corona Mewabah di China, Bandara Husein Sastranegara Bandung Pasang Pemindai Suhu Tubuh
Petugas di Bandara Huseinsastranegara memantau thermal scanner cegah virus corona, Selasa (21/1/2020) (Foto: iNews/Ervan David)

BANDUNG, iNews.id - Bandara Internasional Husein Sastranegara memasang pemindai suhu tubuh (thermal scanner) untuk mengantisipasi virus Corona yang mewabah di China. Thermal scanner tersebut dipasang di pintu masuk kedatangan penumpang.

"Kami udah menempatkan satu alat yang namanya thermal scanner," kata Manager of Maintenance Bandara Husain Sastranegara Iwan Winaya, Selasa (21/1/2020).

Iwan mengatakan di Bandara Husein Sastranegara melayani penumpang internasional dari Singapura dan Malaysia. Setiap harinya ada 900 penumpang yang datang ke Bandara Husein Sastranegara.

"Ada 900 penumpang tiap hari yang datang," kata Iwan.

BACA JUGA:

Makin Menyebar, Hampir 140 Kasus Baru Virus Korona Penyebab Pneumonia Ditemukan di China

WHO Peringatkan Virus Corona Penyebab Pneumonia di China Bisa Jadi Wabah Besar

Sementara itu, Koordinator Pos Kesehatan Bandara Husein Sastranegara Amryah Suci Nurani mengatakan thermal scanner untuk mencegah penumpang dengan suhu di atas 38 derajat Celciu. Dia mengatakan setiap penumpang yang suhu tubuhnya tinggi akan langsung dirujuk ke rumah sakit.

"Kami akan rujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung," ucap Amryah.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 201 orang kini didiagnosis dengan virus Korona di China. Di Wuhan, 170 orang masih dirawat di rumah sakit, termasuk sembilan orang dalam kondisi kritis.

Dengan temuan kasus baru, jumlah total kasus virus yang berpotensi mematikan itu mencapai hampir 200. Ini merupakan kenaikan yang sangat tinggi dan mengkhawatirkan dalam sepekan terakhir.

Sebagian besar kasus yang sudah dikonfirmasi merupakan kasus ringan, tapi setidaknya ada tiga laporan korban meninggal dunia.

Virus corona menewaskan hampir 650 orang di seluruh daratan China dan Hong Kong pada 2002-2003.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq