Viral, Video 2 Siswi SMP Negeri di Subang Saling Baku Hantam di Kebun Tebu

Yudy Heryawan Juanda ยท Sabtu, 25 Mei 2019 - 11:15 WIB
Viral, Video 2 Siswi SMP Negeri di Subang Saling Baku Hantam di Kebun Tebu
Dua siswi SMP Negeri 1 Ciasem Kabupaten Subang, Jawa Barat, saling baku hantam di sebuah ladang tebu. (Foto: iNews/Yudy Heryawan Juanda)

SUBANG, iNews.id – Dunia pendidikan di Kabupaten Subang, Jawa Barat (Jabar), kembali tercoreng. Dua siswi SMP saling baku hantam di sebuah kebun tebu dan videonya viral di media sosial hingga Sabtu (25/5/2019). Pihak sekolah sudah mengambil sikap dengan memberikan pembinaan kepada keduanya.

Dalam video berdurasi 5 menit 32 detik ini, kedua siswi terlihat saling pukul di sebuah kebun tebu. Keduanya merupakan para pelajar SMP Negeri 1 Ciasem Subang. Hal ini terlihat dari teman-teman mereka yang di akhir video menunjukkan diri mereka yang berseragam sekolah dengan logo SMP tersebut.

Aksi duel mereka diduga merupakan salah satu persyaratan untuk dapat masuk ke geng. Hal ini terdengar dari perbincangan teman-teman mereka dalam rekaman video yang mengatakan duel itu sebuah ospek.

Dalam video itu juga terdengar teman-teman mereka menyemangati keduanya baku hantam. Bahkan, memaki salah satu dari mereka saat posisinya tidak bisa melawan. Beberapa kali juga teman-teman mereka menertawai aksi keduanya. Di akhir video, salah seorang dari yang terlibat duel tampak tidak bisa melawan lagi.

Terkait video viral tersebut, Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Ciasem, Warman, membenarkan kedua siswi yang baku hantam dan teman-teman mereka merupakan pelajarnya. Namun, pihak sekolah tidak bertanggung jawab atas ulah mereka karena dilakukan di luar jam sekolah dan di luar lingkungan sekolah.

“Kebetulan kami juga tahunya dari luar, dari yang lain, tapi kejadian itu terjadi di luar jam sekolah, dan jauh di luar lingkungan sekolah,” katanya, Sabtu (25/5/2019).

Meskipun begitu, pihaknya telah mengambil tidankan dengan memanggil mereka yang terlibat dalam video viral beserta orang tua mereka. Para siswi sudah mengakui kesalahan mereka masing-masing.

“Alhamdulillah diselesaikan dengan cara semua orang tua dipanggil, anak juga dipanggil, dikumpulkan. Kemudian mereka juga mengakui kesalahan mereka, hanya untuk biasa action-action anak-anak,” kata Warman.

Pihak sekolah juga sangat menyayangkan ulah kedua siswi tersebut. Padahal, sekolah sudah memberikan pembinaan terhadap para siswa-siswi setiap hari. Sekolah juga memberikan pembinaan khusus kepada kedua siswi yang terlibat duel bersama teman-teman mereka.

“Sebenarnya banyak program pembinaan di sekolah, termasuk sekarang diadakan pesantren kilat. Tiap hari kami salat duha berjamaah, pembinaan keputrian, dan ada pengajian. Tapi namanya anak-anak, itulah yang terjadi. Mudah-mudahan in menjadi pelajaran bagi para siswa-siswi lain agar tidak terjadi lagi,” kata Warman.


Editor : Maria Christina