Tuna Netra Alumni Wiyata Guna Bandung Akan Dipindah ke Cimahi

Okezone.com ยท Kamis, 16 Januari 2020 - 11:09 WIB
Tuna Netra Alumni Wiyata Guna Bandung Akan Dipindah ke Cimahi
Wagub Bandung Uu Ruzhanul Ulum, Rabu (15/1/2020) (Foto: Antara)

BANDUNG, iNews.id - Kementerian Sosial (Kemensos) telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) untuk menyelesaikan adanya penelantaran terhadap 30 penyandang disabilitas alumni Balai Wiyata Guna. Para penyandang tuna netra akan dipindah ke panti Cimahi.

"Saya sudah komunikasi dengan Pak Gubernur melalui telepon, Pak Gubernur menyatakan telah menyiapkan panti di Cimahi untuk menampung 30 penerima manfaat Wyata Guna," kata Menteri Sosial, Juliari P Batubara, Kamis (16/1/2020).

Sementara itu, Dirjen Rehabilitasi Sosial, Edi Suharto menegaskan, balai Wyata Guna Bandung tidak melakukan pengusiran terhadap ke 30 penerima manfaat. Dia menegaskan masa pelayanan rehabilitasi terhadap mereka telah berakhir.

"Mereka yang masa tinggalnya berakhir akan diganti dengan penerima manfaat baru. Jadi, ada azas keadilan," kata Edi Suharto.

BACA JUGA:

Resmikan Kantor PCNU Cianjur, Ridwan Kamil: Semoga Kualitas Dakwah Semakin Luar Biasa

Pemprov Jabar Janji Fasilitasi Tuna Netra Alumni Wyata Guna Bandung

Edi Suharto mengatakan saat ini balai dalam proses revitalisasi fungsional yang merupakan program nasional untuk mengoptimalkan peran balai-balai rehabilitasi sosial milik pemerintah. Tujuannya, agar penyandang disabilitas dapat lebih optimal menerima pelayanan Rehabilitasi Sosial Lanjut di Balai Rehabilitasi Sosial.

“Kita ada program transformasi, perubahan status panti menjadi balai. Kita ingin balai rehabilitasi sosial ini berkontribusi secara progresif. Jadi, pijakan bagi saudara-saudara kita kaum disabilitas agar dapat mengembangkan keberfungsian dan kapabilitas sosial mereka,” ujar Edi.

Direktorat Rehabilitasi Sosial mempertanyakan alasan ke-30 penerima manfaat menolak menerima pemindahan ke panti milik pemerintah provinsi. Pengelola balai bahkan telah memberikan toleransi kepada para penerima manfaat hingga bulan Juli.

"Kami sudah secara persuasif meminta penerima manfaat untuk berinisiatif mematuhi ketentuan. Sebab, banyak penyandang disabilitas Sensorik Netra lainnya yang antre untuk masuk balai dan mendapatkan pelayanan," jelas Sudarsono.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq