Tuduh Santri Mengutil Jajanan, Minimarket di Tasikmalaya Minta Maaf ke Ponpes

Asep Juhariyono, Antara ยท Minggu, 05 Januari 2020 - 11:45 WIB
Tuduh Santri Mengutil Jajanan, Minimarket di Tasikmalaya Minta Maaf ke Ponpes
Ratusan santriwati menggelar unjuk rasa di depan minimarket yang sebelumnya menuduh pengunjung telah mencuri barang. (Foto: iNews/Asep Jurharyono).

TASIKMALAYA, iNews.id - Sebuah minimarket di Kabupaten Tasikmalaya menghaturkan maaf kepada pihak Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjayan, karena telah menuduh santriwati mencuri. Bahkan, karyawan sampai melakukan penggeledahan terhadap korban.

Branch Manager PT Indomarco Prismatama Bandung, Dedi Yusup Apriadi mengatakan, pihak manajemen secara langsung sudah meminta maaf kepada pihak ponpes, termasuk santriwati yang telah dituduh mencuri barang tersebut.

"Kami harap kejadian ini dapat diselesaikan dengan kekeluargaan," kata Dedi kepada wartawan di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar), Minggu (5/1/2020).

BACA JUGA: Menyelinap ke Meja Resepsionis Hotel, Pria di Makassar Terekam CCTV Mencuri Ponsel dan Uang

Menurut dia, apa yang dilakukan karyawannya tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) perusahaan. Aksinya ini telah menimbulkan kesalahpahaman dan dia juga lantas langsung meminta maaf kepada pengunjungnya itu.

Karyawan yang melakukan tindakan itu, kata dia, akan diberi sanksi sesuai dengan prosedur yang berlaku. Hal ini menjadi pelajaran bagi manajemen di seluruh minimarket Indomaret.

"Kami akan arahkan karyawan itu untuk meningkatkan pelayanan," katanya.

Sebelumnya, peristiwa itu bermula ketika empat santriwati dari Pondok Pesantren Miftahul Huda berbelanja di sebuah minimarket kawasan Manonjayan. Setelah membayar barang belanjaan, mereka dipanggil oleh karyawan minimarket atas tuduhan pencurian atau mengutil barang.

BACA JUGA: Bocah 12 Tahun di Subang Tertangkap Mencuri, Pelaku Menangis saat Dikepung Massa

Seorang santriwati pun digeledah, namun, tuduhan itu tidak terbukti. Selanjutnya, para santriwati menggelar aksi solidaritas dengan mendatangi toko minimarket tersebut dan menuntut pihak manajemen meminta maaf secara langsung.

Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda, KH Asep Maoshul Affandi mengatakan, aksi santrinya itu merupakan bentuk solidaritas dan menuntut pihak manajemen untuk menyampaikan langsung permohonan maaf kepada santriwati.

"Jangan sampai ada stigma terhadap santri, ini masalah harga diri," kata Asep.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal