Tsunami Selat Sunda, PVMBG Terjunkan Tim ke Gunung Anak Krakatau

Yogi Pasha ยท Minggu, 23 Desember 2018 - 14:33 WIB
Tsunami Selat Sunda, PVMBG Terjunkan Tim ke Gunung Anak Krakatau
Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018). (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNews.id – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menerjunkan tim untuk meneliti penyebab gelombang tsunami yang menerjang Selat Sunda, Sabtu (22/12/2018) malam. Tim akan melakukan kajian dan merekam citra morfologi Gunung Anak Krakatau.

"Kami sudah kirim empat orang untuk penelitian. Selanjutkan kami juga akan ke sana untu mengetahui penyebab pasti terjadinya tsunami," ujar Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Badan Geologi Wawan Irawan di Bandung, Minggu (23/12/2018).

Dia mengatakan, gelombang tinggi yang menelan puluhan korban jiwa belum bisa dipastikan atas aktivitas vulkanis Gunung Anak Krakatau. Sebab berdasarkan catatan, tidak ada aktivitas besar yang bisa menyebabkan gelombang pasang atau tsunami di kawasan Selat Sunda.

BACA JUGA: Tsunami Selat Sunda, PVMBG Klaim Bukan Karena Aktivitas Vulkanik

"Butuh pendalaman untuk mencari tahu penyebabnya. Karena diperlukan tenaga yang besar seperti pergeseran lempeng, letusan besar gunung api, maupun longsoran besar yang masuk ke dalam kolom air laut untuk terjadi hal itu (tsunami)," kata Wawan.

Dia mengakui, agak susah mencari kesimpulan mengenai data awal. Karena itu harus lebih dahulu diteliti dan dicari data permukaan morfologi Gunung Anak Krakatau. Jadi dapat dipastikan longsoran terjadi di bagian tebing atau bagian lainnya,” ucapnya.

Diketahui, pada Sabtu (22/12/2018) aktivitas Gunung Anak Krakatau secara visual teramati terjadi letusan dengan tinggi asap berkisar 300-1.500 meter di atas puncak kawah. Secara kegempaan, terekam gempa tremor menerus dengan amplitudo overscale (58 mm).

"Kami melihat amplitudo tremor maksimum III. Itu makanya kami agak kaget malam itu ada hubungannya dengan isu tsunami. Jadi untuk pembuktian aktivitas tsunami atau gelombang laut, hasilnya akan menunggu setelah tim kembali dari lapangan," tuturnya.


Editor : Donald Karouw