get app
inews
Aa Text
Read Next : Cekcok Kurang Uang Beli Miras, Pria di Sukabumi Tewas Ditikam Pemilik Kios Jamu

Tragedi Pesta Nikah di Purwakarta, Tuan Rumah Tewas Dianiaya Preman gegara Miras

Minggu, 05 April 2026 - 08:47:00 WIB
Tragedi Pesta Nikah di Purwakarta, Tuan Rumah Tewas Dianiaya Preman gegara Miras
Ilustrasi tuan rumah hajatan pesta pernikahan di Purwakarta tewas dianiaya preman kampung gegara tidak memberi jatah minuman keras. (Foto: ist)

PURWAKARTA, iNews.id – Suasana bahagia pesta pernikahan di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, berubah menjadi duka, Sabtu (4/4/2026). Sang pemilik hajatan tewas mengenaskan setelah dianiaya secara brutal oleh sekelompok preman kampung

Ironisnya, aksi penganiayaan maut ini dipicu hal sepele, yakni pelaku kesal karena tidak diberi minuman keras (miras) oleh korban.

Peristiwa mengenaskan bermula saat Dadang (58) menggelar pesta pernikahan anaknya dengan meriah. Di tengah keramaian tamu undangan, sejumlah pemuda yang diduga preman kampung datang ke lokasi hajatan. Tanpa rasa sungkan, mereka meminta tuan rumah menyediakan minuman keras untuk berpesta. 

Korban, yang berusaha menjaga kesantunan dan kekhusyukan acara sakral keluarganya, menolak permintaan tersebut. Tak terima ditolak, para pelaku langsung naik pitam dan melakukan pengeroyokan secara membabi buta.

Menurut saksi, sekelompok pereman kampung tersebut datang meminta jatah uang kepada pemilik hajatan. Namun korban tidak memerikan karena diduga akan digunakan untuk membeli minuman keras (miras). Hingga akhirnya terjadi keributan. Dadang sebagai tuan rumah dikeroyok hingga tidak sadarkan diri, sebelum akhirnya dilaporkan meninggal dunia.

Suasana pesta pernihakan pun berubah kacau, diselimuti tangisan histeris dari keluarga. Dalam video yang beredar, menyebutkan Istri korban langsung pingsan dan dibopong oleh para tamu undangan. Begitu juga korban, yang tampak sudah tidak sadar tergeletak di tengah berlangsungnya pesta pernikahan.

"Dari hasil olah TKP (tempat kejadian perkara), menemukan benda berupa belahan bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban, terutama pada bagian kepala,"ungkap Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, saat ditemui Wartawan.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut