Tim FK Unpad Teliti Efektivitas Vaksin Booster, Ini Hasilnya 

Arif Budianto · Sabtu, 19 Maret 2022 - 09:30:00 WIB
Tim FK Unpad Teliti Efektivitas Vaksin Booster, Ini Hasilnya 
Masyarakat suntik booster di sentra vaksinasi Lotte Mart dan MNC Peduli. (Foto MNC Portal).

BANDUNG, iNews.id - Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan RI meneliti efektivitas dan keamanan vaksin booster Covid-19. Tim Fakultas Kedokteran (FK) Unpad menjadi bagian dalam penelitian efektivitas dan keamanan booster vaksin setengah dosis dan dosis penuh AstraZeneca dan Pfizer dengan vaksin primer AstraZeneca.

Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian tahun sebelumnya, yaitu penelitian efektivitas dan keamanan booster dosis penuh dan setengah dosis vaksin AstraZeneca dan Pfizer dengan vaksin primer Sinovac.

Hasil penelitian menunjukkan, setengah dosis vaksin booster terbukti memiliki efektivitas sama dengan dosis penuh, tetapi memiliki tingkat keamanan lebih tinggi dibandingkan dosis penuh.

“Untuk hasil tahun lalu sudah diimplementasikan untuk masyarakat secara  umum. Sekarang masyarakat itu menggunakan booster setengah dosis AstraZeneca dan Pfizer,” kata peneliti utama tim riset vaksin booster FK Unpad Eddy Fadlyana.

Hasil penelitian tersebut dinilai dapat memberikan manfaat bagi pemerintah dan masyarakat, terutama dari segi biaya yang yang harus dikeluarkan pemerintah dan reaksi tubuh masyarakat pasca-vaksin.

“Untuk masyarakat, di samping antibodinya tinggi, tingkat keamanannya  ternyata jauh lebih tinggi dengan setengah dosis itu. Efektif sama tetapi tidak berbeda secara signifikan. Reaksi lokal maupun sistemik  pasca-imunisasi jauh berkurang dengan setengah dosis itu dibandingkan yang full dooze,” ujar Eddy.

Eddy pun berharap penelitian lanjutan yang akan dilakukan oleh tim kembali membawa hasil positif bagi masyarakat. “Harapannya langsung menjawab pertanyaan dari problem yang ada ada di kita, begitu tingginya angka reaksi lokal maupun sistemik setelah vaksin,” harapnya. ARIF BUDIANTO

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel: