get app
inews
Aa Text
Read Next : Pertempuran Tegal dan Cilacap, Jejak Perlawanan ALRI Terhadap Agresi Militer Belanda 1947

Terpapar Bakteri, 1,5 Ton Bibit Tanaman Hias Lilium dari Belanda Dimusnahkan

Rabu, 04 September 2024 - 17:02:00 WIB
Terpapar Bakteri, 1,5 Ton Bibit Tanaman Hias Lilium dari Belanda Dimusnahkan
Badan Karantina Indonesia (Barantin) memusnahkan 1,5 ton bibit tanaman hias Lilium berasal dari Belanda karena terdeteksi terpapar bakteri. (Foto: Istimewa).

BANDUNG, iNews.idBadan Karantina Indonesia (Barantin) memusnahkan 1,5 ton bibit tanaman hias Lilium. Bibit tersebut berasal dari Belanda.

Bibit tanaman hias itu terdeteksi terpapar bakteri rhodococcus fascians yang merupakan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) kategori A1 Golongan I.

Kepala Karantina Jawa Barat Ahmad Rizal Nasution mengatakan, bibit Lilium yang dimusnahkan merupakan jenis Conca D'or dan ditemukan mengandung bakteri berbahaya setelah pengujian laboratorium.

"Pemusnahan dilakukan karena bakteri ini dapat menimbulkan ancaman serius bagi tanaman lokal dan ekonomi," ujar Ahmad Rizal, Rabu (4/9/2024).

Dia menjelaskan, bibit itu tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada 27 Juli 2024. Meskipun dilengkapi dengan Phytosanitary Certificate dari Belanda, kata dia hasil pengujian lanjutan menunjukkan adanya infeksi bakteri.

Menurutnya, pemusnahan ini penting untuk melindungi keanekaragaman hayati dan mencegah kerugian ekonomi yang lebih besar.

"Kami pastikan semua prosedur telah dilakukan sesuai aturan yang berlaku dari Undang-Undang No 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan," ucapnya.

Selain itu, Barantin juga berencana mengirimkan nota ketidaksesuaian kepada otoritas karantina Belanda dan akan terus memantau lokasi pemusnahan untuk menghindari penyebaran OPTK lebih lanjut.

Dia menuturkan, langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian sumber daya alam dan ketahanan pangan nasional.

“Nilai kerugian komoditas karena terserang OPTK tersebut bisa mencapai 2.106 Euro atau setara dengan Rp36, 22 juta. Namun, secara nilai ekonomi lebih besar yang dapat terhindarkan kerugian dari bakteri 'R. fascians'. Pasalnya bakteri tersebut dapat menyerang banyak inang, termasuk sayuran-sayuran,” katanya.

Editor: Kurnia Illahi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut