Terjebak Macet, Maling Motor di Bekasi Tewas Mengenaskan Dihajar Warga

Antara ยท Selasa, 10 Desember 2019 - 13:42 WIB
Terjebak Macet, Maling Motor di Bekasi Tewas Mengenaskan Dihajar Warga
Ilustrasi korban tewas. (Foto: Istimewa)

BEKASI, iNews.id – Seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) tewas mengenaskan dihajar warga setelah aksinya tepergok di Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/12/2019) petang. Pelaku sempat dilarikan ke RSUD Karawang namun nyawanya tak tertolong dan meninggal di perjalanan.

Peristiwa itu bermula ketika korban bernama Amat (24) sedang istirahat di sebuah warung kopi. Saat itu, dia mendengar suara knalpot yang mirip motor Honda CBR miliknya berpelat nomor B 4686 FFO.

Penasaran, korban lantas keluar untuk mengecek kendaraan miliknya. Tak disangka, ternyata motor CBR-nya raib dan suara yang dia dengar tadi memang bunyi knalpot kendaraannya.

Tak mau tinggal diam, Amat mengejar pelaku dengan cara berlari dari depan SPBU Mareleng ke arah Cikarang. Kebetulan tidak jauh dari lokasi, situasi lalu lintas macet sehingga korban dengan mudah mendapatkan pelaku.

"Pelaku ditendang korban sampai jatuh. Korban juga meminta pertolongan pengendara lain dan warga sekitar untuk mengamankan pelaku," ujar Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi AKP Sunardi, Selasa (10/12/2019).

Massa yang emosi dengan ulah pelaku lantas menghakiminya dengan tangan kosong. Aksi main hakim ini sempat terhenti setelah anggota yang sedang observasi datang ke lokasi kejadian. Namun kondisi pelaku sudah babak belur dan tak tertolong.

"Pelaku luka pada bagian kepala robek dan dagu serta wajah lebam. Pelaku dibawa ke RSUD Kabupaten Karawang namun dalam perjalanan meninggal dunia," katanya.

Atas kejadian itu, Amat pun harus berurusan dengan polisi. Dia diminta keterangan atas aksi main hakim yang menyebabkan pelaku curanmor tewas.

"Korban (Amat) diperiksa karena melakukan penganiayaan terhadap pelaku yang diduga mengakibatkan meninggal," katanya.

Saat ini, mayat pelaku telah dirujuk ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk kepentingan autopsi sekaligus mengecek DNA dan sidik jari untuk mengetahui identitasnya.

"Untuk identitasi pelaku curanmor yang meninggal masih lidik. Petugas masih mencari tahu identitasnya," ujar Sunardi.


Editor : Donald Karouw