Tawuran Pelajar 2 SMK di Jalur Pantura Plered Cirebon, Pelajar Terkapar di Jalan

Toiskandar ยท Rabu, 12 Februari 2020 - 21:08 WIB
Tawuran Pelajar 2 SMK di Jalur Pantura Plered Cirebon, Pelajar Terkapar di Jalan
Pelajar yang terkapar di jalan saat tawuran antarpelajar dari dua sekolah di jalur Pantura Plered, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (12/2/2020). (Foto: iNews/Toiskandar)

CIREBON, iNews.id – Aksi tawuran pelajar kembali pecah di jalur Pantura Plered, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (12/2/2020). Puluhan pelajar dari SMK Nasional menyerang dan melempari bangunan SMK Nusantara Weru hingga terjadi saling serang. Kejadian ini mengakibatkan satu pelajar terkapar di jalan.

Warga setempat sudah berusaha melerai dan meredam tawuran yang membuat jalur Pantura mengalami kemacetan panjang. Namun, upaya warga tidak berhasil. Aksi saling lempar batu dan kayu masih terus terjadi antara siswa dua sekolah yang berbeda.

Akibat tawuran ini, salah seorang pelajar dari SMK Nasional mengalami luka serius dan sempat terkapar di pinggir jalan. Korban mengalami luka di bagian kepala, lengan, dan kaki karena lemparan batu dan terjatuh dari truk gandeng omprengan. Pelajar tersebut langsung dilarikan ke Puskesmas Plered untuk mendapatkan perawatan medis.

“Awalnya dari arah selatan pelajar naik motor, klaksonnya digeber-geber. Trus dari belakang ada omprengan, temannya yang bawa motor, banyak bawa 50 orang. Mereka bawa pentungan, kayu, dan batu,” kata warga Pantura Plered, Mahbub.

“Trus berhenti, sempat lempar-lemparan dengan siswa sekolah lain. Ada anak yang di omprengan jatuh dan terkapar di jalan, sempat kejang-kejang dan terinjak-injak,” ujarnya.

Kapolsek Plered AKP Komar mengatakan, saat kejadian, petugas sedang berpatroli dan langsung mengurai aksi tawuran tersebut. Petugas juga memeriksa kondisi salah satu siswa yang terluka dalam tawuran ke Puskesmas Plered setelah mendapat laporan dari warga setempat.

“Setelah kami cek ke Puskesmas Plered, ternyata korban mengalami luka-luka, tidak meninggal sebagaimana informasi yang kami peroleh dari warga,” kata Komar.

Komar mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, tawuran dipicu aksi serangan yang dilakukan pelajar SMK Nasional terhadap SMK Nusantara. Saat kejadian, pelajar SMK Nusantara masih dalam kegiatan belajar mengajar dan diserang oleh pelajar SMK Nasional. Pascatawuran, polisi berjaga-jaga di SMK Nusantara Weru untuk mengantipasi serangan susulan.


Editor : Maria Christina