Tangkap Terduga Teroris di Tasikmalaya, Densus 88 Sita Samurai hingga Senjata Laras Panjang

Asep Juhariyono ยท Kamis, 21 Mei 2020 - 15:48 WIB
Tangkap Terduga Teroris di Tasikmalaya, Densus 88 Sita Samurai hingga Senjata Laras Panjang
Densus 88 Antiteror Mabes Polri sita barang bukti terduga teroris. Kamis (21/5/2020) (Foto iNews/Asep).

TASIKMALAYA, iNews.id - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menggeledah rumah terduga teroris berinisial DN (40) di Kampung Saguling Panjang, Kelurahan Cilamajang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Petugas menyita samurai hingga senjata laras panjang.

Pantauan iNews di lokasi, Kamis (21/5/2020), petugas menemukan sejumlah barang bukti di rumah pelaku. Terlihat petugas membawa dua buah pistol airgun dan senapan laras panjang rakitan dilengkapi amunisinya.

Selain itu barang bukti lainnya satu unit motor Honda Megapro, mobil Isuzu Panther nopol D 1356 CS, 2 pistol sotfgun dan pelurunya, senjata laras panjang beserta 4 kaleng peluru kaliber 4,5 mm, teleskop, laptop, ATM, handpone, alat komunikasi HT, teropong malam dan samurai.

Penggeledahan ini disaksikan beberapa warga setempat. Tim gabungan Densus 88 dibantu anggota Polres Tasikmalaya Kota langsung membawa barang bukti tersebut untuk diamankan di Mapolres Tasikmalaya Kota.

Salah satu warga bernama Yayan (53) mengatakan pelaku dikenal sebagai pengusaha bordir atau konveksi. Sebelum, pelaku dipanggil polisi terkait kepemilikan senjata.

Pria terduga teroris itu ditangkap di Jalan Sewaka pada Rabu (20/5/2020). "Saya dapat informasi dari warga lain, bahwa DN ditangkap di ruas Jalan Sewaka, di depan perkampungan," kata Yayan.

Tetangga rumah pelaku terduga teroris, Yayah (50), mengatakan, pria yang ditangkap tersebut sering bergaul dengan masyarakat lainnya. Selama Ramadan, DN kerapkali membagikan takjil dan makanan untuk warga kurang mampu.

"Selama ini DN selalu berbaur dengan para tetangga termasuk warga sekitar. Tapi, sejak kemarin tarawih nggak terlihat, biasanya suka ada. Sempat mengumpulkan anak-anak sehari sebelum ditangkap untuk membagikan takjil dan makanan," ujar Yayah.


Editor : Faieq Hidayat