Tanggapi Pidato Mendikbud, Emil: Kita Terjemahkan sebagai Kebijakan

Antara · Senin, 25 November 2019 - 18:59 WIB
Tanggapi Pidato Mendikbud, Emil: Kita Terjemahkan sebagai Kebijakan
Siswa dan guru MTs Unggulan Al Fath Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat merayakan Hari Guru Nasional 2019. Dalam peringatan itu, siswa membentangkan banner besar berisikan ucapan Selamat Hari Guru. (Foto: istimewa)

BANDUNG, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat akan menindaklanjuti arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang tertera dalam naskah pidato Hari Guru Nasional.

“Karena kewajiban kami sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah, maka kita akan menerjemahkan maksud dari Pak Menteri (Mendikbud) sebagai kebijakan di Jabar," kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Emil seusai menjadi pembina upacara peringatan Hari Guru Nasional Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019 di Lapang Gasibu, Kota Bandung, Senin (25/11/2019).

Gubernur Emil mengatakan arahan Mendikbud berkaitan dengan perubahan metode pembelajaran di sekolah. Dia menuturkan pesan Mendikbud kepada guru sangat personal, sebab guru acap terkendala aturan manakala mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam kegiatan belajar mengajar.

BACA JUGA: Puji Pidato Mendikbud Nadiem Makarim di Hari Guru, Ganjar Pranowo: Revolusioner, tapi…

“Kedua, Pak Menteri mengajak guru untuk membuat situasi belajar itu menjadi menyenangkan. Tidak hanya urusan menghafal, tapi juga bakti sosial, berpetualang mengasah keterampilan, dan murid disuruh berani menyampaikan gagasan," katanya.

Emil mengatakan, pesan utama dari Mendikbud adalah meminta guru di Indonesia untuk berimprovisasi guna mencari metode pembelajaran yang beragam.

“Jadi perubahan-perubahan itu yang disampaikan dalam pidato menteri. Dan saya kira nanti akan kita terjemahkan, yang dimaksud supaya, intinya, tidak hanya monoton dengan kurikulum, yang mungkin mayoritas kebanyakan menghafal dan guru-gurunya terbebani masalah administratif. Yang akhirnya waktu untuk berkreativitas menjadi kurang,” katanya.

Dalam pidatonya, Mendikbud Nadiem Makarim meminta para guru mengajak para siswanya berdiskusi, bukan hanya sekadar mendengar.

Mendikbud juga meminta agar guru memberikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas. Mendikbud juga meminta guru bisa menemukan suatu bakat diri murid yang kurang percaya diri.

BACA JUGA: Ridwan Kamil Perintahkan Semua Dinas Miliki Akun Media Sosial

Menteri yang sebelumnya merupakan CEO Go Jek tersebut juga meminta agar kita menawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Mendikbud menyadari tugas guru yang sering berbenturan dengan peraturan, kebijakan para pemangku kepentingan serta tugas administratif harus mereka hadapi.

Menurut Mendikbud, apa pun perubahan kecil tersebut, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal bernama Indonesia ini pasti akan bergerak. 


Editor : Kastolani Marzuki