Tak Terima Toko Ditutup, Emak-Emak di Cirebon Ngamuk di Depan Petugas

Miftahudin ยท Sabtu, 09 Mei 2020 - 15:40:00 WIB
Tak Terima Toko Ditutup, Emak-Emak di Cirebon Ngamuk di Depan Petugas
Pedagang non prioritas mengamuk saat ditertibkan petugas Satpol PP Kota Cirebon, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (9/5/2020). (Foto: iNews/Miftahudin)

CIREBON, iNews.id - Tidak terima karena ditertibkan atau ditutup tokonya sejumlah pedagang pakaian jadi di pusat grosir Cirebon, Jawa Barat (Jabar) Sabtu (9/5/2020) siang mengamuk dan memaki petugas. Mereka merasa tidak terima dengan adanya kebijakan untuk menutup toko dengan alasan berkurangnya pendapatan.

Emak-emak ini bukan merupakan pedagang sembako sehingga masuk daftar toko non prioritas. Mereka menghadang dan melakukam penolakan saat petugas gabungan saat menyisir sejumlah toko. Dalam penertiban tersebut, terdapat salah seorang pedagang yang mengamuk sambil memaki petugas.

Menghadapi penolakan pedagang, petugas Satpol PP Kota Cirebon memberikan pemahaman. Pedagang tersebut diharapkan untuk mengikuti intruksi pemerintah.

Dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hari keempat sejumlah toko yang buka dipaksa tutup. Hingga kini Pemerintah Kota Tegal belum memberikan sanksi tegas dalam pemberlakuan PSBB tersebut.

"Perlawan bagi kami ini wajar karena ekonominya dibatasi. Tapi ini juga untuk kebaikan mereka juga," kata Kasatpol PP Kota Cirebon Andi Armawan, Sabtu (9/5/2020).

Kegiatan monitoring sekaligus tindakan PSBB ini untuk memutus mata rantai sebaran covid 19 di kota cirebon. Keberadaan lokasi keramaian ini sangat berpengaruh terhadap penularan virus mematikan ini. Diharapkan warga Kota Cirebon memahami terkait bahaya virus corona sehingga menatuhi penerapan PSBB hingga 19 Mei mendatang.

"Inikan sebentar lagi jelang Lebaran, pasti semakin banyak orang berkerumun di pasar," ucapnya.

Editor : Nani Suherni

Bagikan Artikel: