Siti Rodiah Gadis SMA Asal Bandung Dibunuh Mantan Pacar karena Hamil

Saufat Endrawan · Selasa, 25 September 2018 - 15:50:00 WIB
Siti Rodiah Gadis SMA Asal Bandung Dibunuh Mantan Pacar karena Hamil
Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan. (Foto: iNews/Saufat Endrawan)

BANDUNG, iNews.id – Satreskrim Polres Bandung mengungkap kasus hilangnya Siti Rodiah (16), warga asal Desa Sadu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar). Gadis cantik berkulit putih yang masih duduk di bangku SMA itu ditemukan tewas dengan luka bekas aniaya di Rancabolang, Sugihmukti, Tenjolaya, Pasirjambu, Minggu (23/9/2018).

Hasil penyelidikan, polisi menangkap dua pelaku yang telah ditetapkan tersangka atas kasus pembunuhan berencana tersebut. Keduanya yakni mantan pacarnya berinisial R (16) dan rekannya inisial D (14). Motif kasus itu masih dalam penyidikan, namun kuat dugaan karena Siti Rodiah mengaku hamil dan tersangka tidak bersedia bertanggung jawab atas janin yang ada di kandungan korban.

Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan membenarkan bahwa mayat wanita yang ditemukan warga di perkebunan merupakan gadis yang sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya bernama Siti Rodiah. Korban sebelumnya dinyatakan hilang dan tak kembali ke rumah sejak Selasa (11/9/2018) atau selama 12 hari.

“Ada bekas luka cekik di leher korban dan dianiaya dengan batu. Hasil autopsi baru akan keluar, kami masih menunggunya,” kata Hermawan, Selasa (25/9/2018).

Dia menceritakan kronologi penemuan mayat berawal dari masyarakat di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) sedang menuju kebun dengan membawa anjing. Di lokasi temuan tersebut, anjing terus menggonggong hingga pemiliknya mendatangi TKP dan melihat sesosok mayat dalam kondisi membusuk.


Hal itu langsung dilaporkan ke Polsek Pasirjambu yang kemudian berkoordinasi dengan Polres Bandung mengevakuasi jenazah dan melakukan olah TKP. Setelah dipastikan identitas korban merupakan gadis yang hilang dan sedang dicari keluarganya, polisi bergerak cepat untuk menangkap pelaku pembunuhan.

“Dari pemeriksaan saksi kami mendapatkan tersangka berinisial R dan D. Saat ini sudah diamankan dan menjalani pemeriksaan penyidik,” ujarnya.

Dia mengatakan, modus tersangka yakni mengajak korban bertemu di TKP dan menghabisinya. Polisi juga masih mencari barang bukti batu yang digunakan untuk menganiaya korban.

Karena pelaku masih di bawah umur, maka akan digunakan proses penyidikan dan peradilan anak. Sejumlah barang bukti di TKP pun turut diamankan. Keduanya kini ditahan di sel tahanam Polres Bandung. 

Kedua tersangka dijerat Pasal 340 KUHP dan atau Pasal 80 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Editor : Donald Karouw

Bagikan Artikel: