Selain Ganjil Genap, Ini yang Akan Digarap Pemkot Bandung Atasi Macet

Yogi Pasha ยท Selasa, 02 Oktober 2018 - 20:25 WIB
Selain Ganjil Genap, Ini yang Akan Digarap Pemkot Bandung Atasi Macet
Kemacetan parah kerap terjadi di beberapa ruas jalan di Kota Bandung, Jawa Barat. (Foto: Dok.iNews.id)

BANDUNG, iNews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat terus berupaya memecahkan masalah transportasi khususnya kemacetan di Kota Bandung. Saat ini Pemkot Bandung melalui Dinas Perhubungan tengah menggodok sejumlah rencana yang dapat mengatasi masalah kemacetan.

Sejumlah rencana tersebut di antaranya, peningkatan pelayanan angkutan umum massal, pembatasan lalu lintas dengan adanya aturan ganji-genap, dan peningkatan kapasitas jaringan jalan dan fasilitas pejalan kaki.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengakui, memang harus ada terobosan terbaru untuk mengurangi bahkan mengurai kemacetan di Kota Bandung.

"Menurut survei, tiga tahun ke depan, kita bakalan susah keluar rumah karena di depan rumah saja bakalan terjadi kemacetan. Hal tersebut harus kita antisipasi dengan inovasi nyata," ujar Yana di sela-sela tinjauan lapangan pemberlakukan rekayasa Jalan Natuna-Sunda, Selasa (2/10/2018).

Yana mengatakan, Pemkot Bandung bakal mendukung penuh upaya yang dilakukan Dishub untuk melakukan sejumlah program dalam menangani persoalan kemacetan. "Ini pertemuan kita yang ketiga. Saya mendukung secara penuh mengenai inovasi ini. Inovasi yang akan membuat Kota Bandung lebih baik," ujar dia.

Namun, Yana mengingatkan Dinas Perhubungan untuk lebih memperhatikan infrastruktur terlebih dahulu sebelum menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat. "Harus ada perhatian mengenai infrastruktur. Perhatian kenyamanan penyandang disabilitas, busnya juga harus kekinian biar menarik dan tentunya harus memudahkan masyarakat sehingga pindah ke model transportasi publik," bebernya.

Menurut data Dinas Perhubungan Kota Bandung, saat ini kendaraan roda dua di Kota Bandung sebanyak 1.251.080 unit. Sedangkan roda empat berjumlah 536.973 unit. Jumlah ini meningkat 11 persen per tahun dengan didominasi kendaraan pribadi sebanyak 98 persen dan kendaraan umum 2 persen.


Editor : Kastolani Marzuki