Sebelum Jadi Korban Tsunami, Aa Jimmy Sempat Bertanya soal Kematian

Mochamad Andi Ichsyan ยท Minggu, 23 Desember 2018 - 21:53 WIB
Sebelum Jadi Korban Tsunami, Aa Jimmy Sempat Bertanya soal Kematian
Kakak ipar Aa Jimmy, Haidar Khotib. (Foto: iNews.id/Mochamad Andi Ichsyan)

CIANJUR, iNews.id – Suasana duka menyelimuti keluarga artis serba bisa Heriyanto atau dikenal Aa Jimmy yang meninggal akibat tsunami di Pantai Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten.

Sejak kabar meninggalnya artis serba bisa yang juga kerap disebut Argo itu sejumlah kerabat dan tetangga maupun sahabat datang ke rumah duka di Gang Rambutan, Kelurahan Solokpandan, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (23/12/2018). Isak tangis keluarga pun tak terbendung setelah mendengar kabar bahwa komedian yang kerap menirukan gaya Aa Gym ini menjadi korban terjangan tsunami di wilayah Banten.

Kakak ipar Aa Jimmy, Haidar Khotib menuturkan, tidak ada firasat apa pun yang dialami keluarga saat bencana itu terjadi. Namun, sehari sebelum berangkat ke Anyer bersama istri dan tiga anaknya, Jumat (21/12/2018), almarhum Aa Jimmy sempat bertanya tentang kematian.

“Bagi saya, Argo atau Aa Jimmy sosok yang sangat ramah. Terakhir ketemu, setelah baca Yasinan malam Jumat. Kebetulan waktu itu membahas keagamaan khususnya tentang kematian. Dia (Aa Jimmy) bertanya bagaimana cara talqin (mengajarkan) mayit dan prosesi pengurusan jenazah. Itu terakhir komunikasi dengan almarhum,” katanya.

AA Jimmy berangkat ke Anyer untuk mengisi acara gathering PLN UIT JBB di Pantai Tanjung Lesung, Pandeglang bersama istri, tiga anak dan seorang pengasuhnya.  “Dia (Aa Jimmy) berangkat Jumat bersama istri, tiga anaknya dan pengasuh. Katanya mau ngisi acara gathering di Tanjung Lesung,” katanya.

Haidar mengaku pihak keluarga hingga kini belum mendapatkan kabar terkait keberadaan jenazah Aa Jimmy maupun kondisi istri dan ketiga anaknya yang dikabarkan dalam kondisi selamat. “Yang bayi bersama pengasuhnya di hotel. Yang ikut ke lokasi dua anaknya sudah dievakuasi di puskesmas. Alhamdulillah selamat, tapi posisinya terpisah,” ujarnya.

Menurut dia, pihak keluarga sedang koordinasi ingin almarhum secepatnya dibawa ke rumah duka. “Tapi, akses di sana masih tertutup, bahkan ambulans juga belum bisa masuk. Kami masih menunggu informasi keberadaan jenazahnya di mana,” tandasnya.


Editor : Kastolani Marzuki