Sebelum Dibakar Hidup-hidup, Gadis Cantik Indah Daniarti Sering Diajari Sholat oleh Pelaku

Mochamad Andi Ichsyan · Rabu, 12 Mei 2021 - 13:42:00 WIB
Sebelum Dibakar Hidup-hidup, Gadis Cantik Indah Daniarti Sering Diajari Sholat oleh Pelaku
Dede Iskandar alias Bentar, pelaku pembakaran gadis cantik Indah Daniarti, menangis sesegukan. (Foto: iNews/M Andi Ichsyan)

CIANJUR, iNews.id - Terungkap fakta baru dari kasus pembakaran gadis cantik Indah Daniarti (22), warga Kampung Puncak Bayuning, Desa Wangi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur. Keluarga korban sempat terkecoh lantaran pelaku, Dede Iskandar alias Bentar (32), sering mengajarkan Indah sholat.

"Indah mengenal si Bentar belum lama, kalau gak salah awal-awal puasa. Memang ada perubahan yang mencolok dari anak saya, tadinya jarang beribadah, setelah berkenalan dengan pelaku menjadi rajin sholat," kata ayah korban, Iyus, Rabu (12/5/2021).

Selain itu, Indah pun tidak lagi suka bermain jauh. Sejak awal Ramadan selalu berada di sekitar rumah tidak kemana-mana. Hanya saja perubahan perilaku menjadi rajin sholat membuat Iyus menaruh simpati kepada pelaku. Meskipun ketika ditanya kepada anaknya soal hubungan dengan pelaku, Indah selalu menjawab tidak ada hubungan apa-apa dan hanya teman biasa. 

Begitu insiden pembakaran terjadi hingga membuat Indah harus menjalani perawatan medis di puskesmas dan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, ayak korban masih sempat tidak percaya. Namun begitu melihat faktanya Indah meninggal akibat perbuatan pelaku, rasa simpati yang sudah mulai tumbuh akhirnya berubah menjadi antipati.

"Saya minta pelaku dihukum berat sesuai dengan perbuatannya. Almarhumah itu orangnya baik, saya juga sering terbantu olehnya. Indah merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dan merupakan anak perempuan satu-satunya," ujar dia.

Sementara itu, seusai permakaman Indah, sejumlah kerabat dan tetangga korban terus mendatangi rumah duka. Mereka menyampaikan duka yang mendalam atas nasib tragis yang dialami Indah. Bahkan, banyak pelayat yang merasa geram dengan ulah pelaku dan memintanya agar dihukum mati.   

Editor : Asep Supiandi