Satu Keluarga Korban Tsunami, Firasat Ini Sempat Dirasakan Sang Kakak

Beben HVA · Senin, 24 Desember 2018 - 08:24:00 WIB
Satu Keluarga Korban Tsunami, Firasat Ini Sempat Dirasakan Sang Kakak
Jenazah satu keluarga di Sumedang tiba di rumah duka. (Foto: iNews/Beben).

JATINANGOR, iNews.id - Empat orang yang merupakan satu keluarga menjadi korban gelombang tsunami Selat Sunda. Mereka ketika itu sedang berlibur di Pantai Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Banten pada Sabtu (22/12/2018).

Satu keluarga korban tsunami tersebut merupakan warga Perumahan Bumi Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat (Jabar). Keempat jenazah tersebut tiba di rumah duka pada Senin (24/12/2018) dini hari.

"Saya memang sempat mimpi, adek saya datang sama suaminya ke saya. Tapi saya tidak sampai menyangka kondisinya akan seperti ini," kata Lufiana, keluarga korban, saat menerima kedatangan jenazah di Perumahan Bumi Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jabar.

Jenazah tersebut atas nama Ita (30), Rida (50), Fani (29) dan Fiko (8). Satu orang korban yang sampai sekarang belum diketahui keberadaannya adalah Aisyah (50).

Firasat buruk tersebut datang ketika rombongan keluarga ini hendak berlibur ke kawasan pantai di Pandeglang dan Anyer, Banten. Namun, entah mengapa dirinya memutuskan untuk tidak ikut wisata bersama.

Ketua RW Perumahan Bumi Cipacing, Anton AS mengatakan, mereka ini satu keluarga besar, ada 20 orang yang berlibur ke Kabupaten Pandeglang. Empat orang dinyatakan meninggal, sedangkan masih ada satu lagi yang hilang. Sisanya, dikabarkan selamat dari bencana tersebut.

"Warga kami di sini itu ada 18 orang, termasuk Bu Aisyah yang sampai sekarang belum diketahui keberadaanya," ujar Anton.

Saat kejadian, para korban ini baru selesai menjalankan salat Isya di masjid sekitaran pantai. Tiba-tiba saja, arus gelombang tinggi menghantam mereka. Sebanyak 16 orang keluarga lainnya kini tengah mendapat perawatan medis di rumah sakit kawasan Kota Serang, Banten.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal