Salat Idul Adha dan Pemotongan Hewan Kurban Digelar dengan Prokes Ketat

Adi Haryanto · Selasa, 20 Juli 2021 - 16:30:00 WIB
Salat Idul Adha dan Pemotongan Hewan Kurban Digelar dengan Prokes Ketat
Pelaksanaan salat Idul Adha digelar dengan protokol kesehatan ketat termasuk pada saat prosesi pemotongan, pembungkusan, hingga pembagian hewan kurban ke para penerimanya, Selasa (20/7/2021). (Foto: MPI/Adi Haryanto)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Pelaksanaan salat Idul Adha 1442 H di sejumlah masjid di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) berjalan dengan protokol kesehatan ketat, Selasa (20/7/2021). Warga hanya menggelar salat Idul Adha untuk wilayah mereka masing-masing sehingga tidak bercampur dengan jemaah dari luar. 

Hal itu sesuai dengan arahan pemerintah bahwa pelaksanaan salat Idul Adha tidak terfokus di satu tempat guna menghindari kerumunan. Tapi digelar di wilayahnya masing-masing sehingga bisa meminimalisasi pergerakan orang dari luar kawasan.

Pantauan MNC Portal Indonesia di salah satu masjid di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), salat Idul Adha digelar secara sederhana. Namun setiap jemaah yang datang dicek suhu tubuh dan saat salat harus menjaga jarak dengan jamaah lainnya. 

"Mari kita sama-sama berdoa, bermunajat kepada Allah SWT agar pandemi Covid-19 segera dihilangkan dari muka bumi," kata khotib di akhir khutbahnya. 

Sementara dalam proses penyembelihan hewan kurban dilakukan oleh pihak Rumah Potong Hewan (RPH) khususnya sapi. Sementara untuk hewan kurban domba dipotong oleh panitia hewan kurban DKM Masjid. Sementara untuk menghindari kerumunan, pemilik hewan kurban bisa melihatnya langsung secara online lewat aplikasi yang sudah disiapkan. 

"Kami sengaja menyediakan siaran melalui aplikasi media sosial, supaya pemilik hewan kurban tetap bisa menyaksikan prosesnya tanpa harus ada di lokasi pemotongan," kata salah seorang panitia hewan kurban, Edi. 

Kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung pada perayaan Idul Adha tahun 2021 ini membuat pihaknya menerapkan prokes ketat pada proses penyembelihan. Bahkan tidak semua orang bisa masuk ke tempat penyembelihan, kecuali panitia untuk menghindari kerumunan. 

"Prokes jadi perhatian penting karena sekarang masih pandemi. Kita hindari kerumunan dan pembagian daging kurban juga dilakukan door to door," ucapnya. 

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: