Rugi Miliaran Rupiah, Petani KJA Waduk Jatiluhur Tak Kapok Tanam Ikan
PURWAKARTA, iNews.id-Petani Keramba Jaring Apung (KJA) di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, mengaku tidak kapok untuk kembali menanam ikan meskipun sebelumnya merugi hingga miliaran rupiah. Mereka masih menunggu cuaca cerah dan terkumpulnya modal usaha.
Para petani KJA di Waduk Jatiluhur nyaris kehabisan modal usaha akibat kematian ikan secara massal yang terjadi pada Minggu (31/1/2021) lalu. Keuntungan maupun modal usaha yang dihasilkan dari perputaran tanam dan jual ikan tidak lagi bisa didapat di awal tahun ini. Sehingga mereka harus berpikir keras untuk mengawali usaha kembali.
"Seperti dari nol lagi, kami tentunya akan kembali merangkak dari bawah. Sementara ini belum terpikir langkah yang akan dilakukan karena modal juga habis. Namun kami tidak kapok untuk tanam ikan, habisnya dari mana lagi saya usaha," kata salah seorang petani KJA Waduk Jatilihur, Halim Wahyu kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (4/1/2021).
Bagi Halim, beruntung masih ada ikan patin yang tidak ikut mati bersamaan dengan ikan nila dan mas pada peristiwa kematian massal. Karena ikan patin termasuk ikan yang kuat disaat cuaca Waduk Jatiluhur sedang buruk. Ikan patin inilah yang akan dijadikan kembali modal usaha dan mengawali tanam ikan mas dan nila.
"Ya kalau semua ikan patin dijual bisa laku sekitar Rp200 juta. Untuk memulainya lagi kapan, belum tahu. Lagian cuacanya juga masih kurang bagus. Ditambah bangkai ikan juga masih banyak yang mengapung," ujar dia.
Dia juga menyebutkan, selama sepekan terakhir kematian ikan secara massal terus meluas. Tidak hanya di Waduk Jatiluhur, hal sama juga terjadi di Waduk Cirata dan Saguling.
Editor: Asep Supiandi