RSJ Jabar Kebanjiran Pasien Anak yang Ketergantungan Gawai dan Aplikasi

Yuwono ยท Rabu, 16 Oktober 2019 - 17:48 WIB
RSJ Jabar Kebanjiran Pasien Anak yang Ketergantungan Gawai dan Aplikasi
Rumah Sakit Jiwa Jabar kebanjiran pasien anak yang kecanduan gawai. (Foto: iNews.id/Yuwono).

BANDUNG, iNews.id – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat (Jabar) kebanjiran pasien anak. Mereka mengalami gangguan jiwa akibat kecanduan gawai.

Menurut dokter spesialis jiwa anak RSJ Jabar, Lina Budiyanti mengatakan hingga Rabu (16/10/2019), RSJ Jabar di Cisarua, Bandung Barat ini sudah merawat ratusan pasien anak. Setiap bulannya, sebanyak 10 hingga 12 pasien anak harus menjalani rawat jalan maupun inap.

Hasil pemeriksaan tim medis menyatakan masalah kejiwaan yang dialami anak-anak ini disebakan penggunaan gawai yang berlebihan. Rata-rata pasien kecanduan mulai dari game online, browsing internet dan sejumlah aplikasi lainnya.

Gejala awalnya biasanya pasien lebih banyak menghabiskan waktu atau fokus untuk bermain gawai. Pasien yang sudah kecanduan akan merasa depresi jika tidak menggunakan gadget.

Lina menyarankan, untuk menghindari ketergantungan gawai, sebaiknya menggunakan waktu luang untuk bersosialisasi dengan lingkungan. Selain itu juga dapat dengan cara mempererat hubungan antar keluarga dan teman.

Menurutnya, jika seseorang memiliki hubungan yang dekat dengan lingkungan seperti keluarga atau teman, maka pengawasan akan melekat. Artinya jika terlihat ada kelainan, akan lebih cepat terdeteksi.

Pasien yang dibawa ke RSJ, kata Lina, biasanya sudah dalam kondisi parah karena sudah ada gangguan penyerta. “Ini sangat disayangkan, padahal bisa dicegah. Jika belum ada gangguan penyerta itu lebih baik lagi,” katanya.

Lingkungan dari seseorang menurut Lina bisa dengan cepat mendeteksi kelainan pada seseorang. Misalnya seseorang biasanya bermain tapi sekarang lebih suka di kamar. Atau biasanya beraktifitas dengan keluarga tapi sekarang menyendiri.

“Jika itu diketahui lebih cepat, maka pasien bisa terhindar dari gangguan penyerta,” katanya.

Lina memgatakan tim medis berupaya mengobati masalah ketergantugan gawai dengan upaya rehabilitasi. Fenomena ketergantungan gawai ini berpotensi meningkat jika tidak segera ditangani.


Editor : Umaya Khusniah