Ridwan Saidi Sebut Kerajaan Galuh di Ciamis Fiktif

Muhammad Fida Ul Haq ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 14:39 WIB
Ridwan Saidi Sebut Kerajaan Galuh di Ciamis Fiktif
Ridwan Saidi dan Vasco, Jumat (14/2/2020) (Foto:dok. istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Budayawan Ridwan Saidi mengeluarkan pernyataan yang kontroversial terkait sejarah kerajaan di Ciamis. Ridwan dalam sebuah akun YouTube Macan Idealis menyebut tidak ada kerajaan Galuh, karena Galuh disebut berarti brutal.

Video yang berdurasi 12 menit 31 detik tersebut kemudian viral di media sosial. Video itu berjudul 'GEGEER !! TERNYATA KERAJAAN KERAJAAN DI INDONESIA SANGAT DITAKUTI DI DUNIA'. Acara tersebut dipandu Vasco Ruisemy.

Kepada Ridwan, Vasco menanyakan mengenai hubungan antara Jawa dan Sunda. Ridwan kemudian menyinggung sejarah kerajaan di Ciamis.

"Saya mohon maaf dengan saudara dari Ciamis. Di Ciamis itu nggak ada kerajaan, karena indikator eksistensi kerajaan itu adalah indikator ekonomi, Ciamis penghasilannya apa?," katanya seperti dilihat iNews.id, Jumat (14/2/2020).

Ridwan lalu menjelaskan mengenai kerajaan Sunda Galuh. Dia menyebut penamaan tersebut keliru dan tidak terbukti kebenarannya.

"Lalu diceritakanlah ada raja Sunda Galuh. Sunda galuh saya kira agak keliru penamaan itu, karena galuh artinya brutal, jadi saya yakin tidak ada peristiwa Diah Pitaloka, wanita dari Sunda Galuh itu dipanggul-panggul dibawa ke Hayam Wuruk untuk dikawinin," kata Ridwan.

Dia juga menyinggung perang bubat yang disebut berarti lapang bukan nama tempat. Dia mengatakan peperangan itu tidak ada.

"Itu yang dikatakan perang bubat, sedangkan bubat itu artinya lapang olahraga bukan nama tempat. Jadi di bubat yang mana dia perang. Juga di Indonesia tidak ada adat perempuan mau kawin dijunjung-junjung dianterin ke rumah lelaki itu kagak ada, itu tidak Indonesia," kata Ridwan.

Video tersebut mendapat komentar beragam. Salah satunya akun Youtube Humas Ciamis yang meminta Ridwan Saidi menunjukkan referensi.

"Seperti nya kurang tepat beh...Referensi nya dari mana?? Sudahkah babe mengunjungi ciamis??
kami tunggu di Tatar Galuh Parahyangan ya," tulisnya.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq