Ridwan Kamil soal Pemulangan ISIS: Kewenangan Pemerintah Pusat

Antara ยท Senin, 10 Februari 2020 - 17:15 WIB
Ridwan Kamil soal Pemulangan ISIS: Kewenangan Pemerintah Pusat
Ridwan Kamil di Garut, Minggu (26/1/2020) (Foto: iNews/Solihin)

BANDUNG, iNews.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil atau Kang Emil menyerahkan sepenuhnya kewenangan pemerintah pusat terkait wacana pemulangan WNI mantan ISIS ke Indonesia.

"Itu kewenangan pemerintah pusat. Pemulangan WNI eks ISIS itu domain pemerintah pusat kalau pun disetujui, pemerintah daerah hanya mengamankan kebijakan yang sudah digariskan oleh pusat," kata Kang Emil, Senin (10/2/2020).

Dia mengatakan wacana persetujuan ataupun penolakan WNI eks ISIS saat ini masih belum diputuskan.

"Dan sekali lagi kalau ada WNI di luar negeri itu keputusannya bukan di pemerintah daerah tapi keputusan pusat. Pemerintah daerah itu dibatasi kewenangannya kecuali keamanan, pertahanan, yustisi, hubungan luar negeri, agama dan fiskal," kata dia.

Kang Emil mengatakan tidak bisa mengambil keputusan sendiri terkait ISIS. Dia menyebut hanya menunggu arahan pemerintah pusat.

"Bidang ini kita enggak bisa ambil keputusan sendiri. Sehingga hubungan luar negeri juga terkait WNI eks ISIS, kalau pemerintah bilang tidak, kami amankan, kalau iya tolong disalurkan dengan bikin program sambil menunggu arahan pemerintah pusat," kata dia.

Dia mencontohkan kasus pemulangan WNI di Wuhan yang diduga terpapar virus corona, seluruh kebijakan terkait hal tersebut ada di pemerintah pusat.

"Walaupun ada warga Jabar di sana, domain kebijakan dan teknis pemulangan mereka ke Indonesia ada di pemerintah pusat, kami di daerah tidak bisa berinisiatif," ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, terkait wacana pemulangan WNI eks ISIS ini, Pemerintah Provinsi Jawa Bara tunduk dan taat kepada apapun keputusan yang akan diambil oleh pemerintah pusat.

"Kalau keputusannya tidak dipulangkan, kami mendukung sepenuhnya, namun jika dipulangkan, maka kami di daerah harus siap," katanya.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq