Ridwan Kamil Ajak Warga Urban Farming di Tengah Pandemi Covid-19

Antara ยท Jumat, 19 Juni 2020 - 11:37 WIB
Ridwan Kamil Ajak Warga Urban Farming di Tengah Pandemi Covid-19
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto Humas Pemprov Jabar).

BANDUNG, iNews.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil mengajak warga untuk memanfaatkan urban farming atau bercocok tanam di rumah dan perkotaan. Langkah itu memiliki tiga manfaat yakni ekologi, ekonomi, dan edukasi.

"Urban Farming menemukan momentum yang tepat di tengah masa pandemi karena memiliki tiga manfaat yakni ekologi, ekonomi dan edukasi," ujar Ridwan Kamil di Bandung, Jumat (19/6/2020).

Dia juga mengajak masyarakat mengonversikan sekecil apapun lahan di rumah menjadi perkebunan.

Jenis tanaman yang menjadi favorit petani kota, menurut dia, adalah kangkung dan bayam. Selain mudah membudidayakannya, tanaman tersebut dapat dipanen dalam waktu singkat.

"Saya mengajak teman-teman mencari lahan atau mengonversikan karena hijaunya bukan rumput tapi tanaman bisa dijual, dan ada unsur edukasi. Yang jadi favorit petani kota rata-rata kangkung dan bayam karena 21 hari bisa dipanen dan ujung-ujungnya bisa menciptakan solusi," katanya.

"Saya juga mengonversi rumah dinas dan kantor saya ada stroberi, tomat dan sayuran. Semangat urban farming itu sudah menjadi passion saya sejak tahun 2008," imbuhnya.

Menurut pria disapa Kang Emil itu, banyak lahan di perkotaan yang dapat digunakan untuk berkebun. Persoalannya adalah sulit mengajak masyarakat untuk menerapkan "urban farming".

"Sekarang sebagai pemerintah saya melakukan berbagai cara agar konsep ini berjalan," katanya.

Ketika menjadi wali kota, kang Emil membaca hasil penelitian disertasi di ITB yang menyimpulkan suhu Kota Bandung meningkat salah satu faktornya adalah kurangnya pohon.

"Solusinya sederhana, supaya suhunya turun, atap-atap bangunan yang memang sudah tidak bisa dibongkar karena peradaban manusia makin kompleks dan populasi makin banyak itu, dihijaukan secara natural, atau kalau bisa seluruh gedung itu konsisten atapnya dijadikan urban farming," katanya.


Editor : Faieq Hidayat