Ricuh saat Penertiban di Pasar Anyar, Pedagang dan Satpol PP Bogor Adu Mulut

Furqon Munawar ยท Rabu, 20 Mei 2020 - 13:32 WIB
Ricuh saat Penertiban di Pasar Anyar, Pedagang dan Satpol PP Bogor Adu Mulut
Pedagang Pasar Anyar Bogor ricuh dengan Satpol PP Bogor. Rabu (20/5/2020). (Foto iNews/Furqon).

BOGOR, iNews.id - Pedagang dan Satpol PP adu mulut saat penertiban di Pasar Anyar, Kota Bogor, Jawa Barat. Pedagang mengambil bagian bahu jalan untuk berjualan.

Pantauan iNews di Pasar Anyar, Jalan Dewi Sartika, Bogor, Rabu (20/5/2020). Petugas meminta pedagang bernama Iwan Sitompul merapikan barang dagangannya karena memenuhi bahu jalan. Namun Iwan menolak barang dagangannya ditertibkan petugas.

Iwan dengan nada keras mengatakan sedang mencari nafkah menjelang lebaran Idul Fitri. Bahkan anaknya sedang dirawat di rumah sakit.

"Saya dilarang mencari nafkah menjelang lebaran, dimana hak saya. Anak saya sedang dirawat di rumah sakit, saya berjualan untuk membayar rumah sakit," ucap Iwan kepada petugas di lokasi.

Namun Kabidalops, Satpol PP Kota Bogor, Theofilo Patricinio memotong ucapan Iwan. Menurut Theo, petugas tidak melarang pedagang berjualan, namun barang dagangan tidak boleh berada di bahu jalan.

"Nggak dilarang, batas jam juga ada," ucap Theo.

Iwan meminta Theo untuk diam karena sedang berbicara. Adu mulut pun terus terjadi.

"Saya tidak digaji negara, saya mencari nafkah sendiri," kata Iwan.

"Pemerintah memberlakukan PSBB tapi orang tidak boleh berjualan," timpal pedagang lainnya.

Sementara itu, mobil milik pedagang lain melaju kencang saat penertiban tersebut. Petugas dan sopir mobil nyaris ribut, namun bisa diredam.

Theo mengatakan, selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Bogor ada pemberlakuan jam operasional bagi pedagang. Kegiatan penertiban ini karena pedagang berada di bagu jalan.

"Saat PSBB pedagang yang terkecuali dibolehkan berjualan, bukan berarti seenaknya, ada batas waktu," ucap Theo.

Menurut dia, Iwan merupakan pedagang lama di Pasar Anyar. Insiden penertiban itu, Iwan mencoba memprovokasi pedagang lain.

"Provokator dia, memancing pedagang lain. Kalau tadi ada keributan, gampang mencarinya," ucap dia.


Editor : Faieq Hidayat