Rhoma Irama Manggung di Bogor, Ridwan Kamil: Pelanggarannya Banyak

Mujib Prayitno ยท Rabu, 01 Juli 2020 - 12:31 WIB
Rhoma Irama Manggung di Bogor, Ridwan Kamil: Pelanggarannya Banyak
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil (Foto: iNews/Juhpitameilana)

BANDUNG, iNews.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut acara musik di Kabupaten Bogor yang diisi penyanyi dangdut Rhoma Irama terdapat banyak pelanggaran. Mereka mengumpulkan massa sehingga terjadi kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

"Kejadian di Bogor pelanggarannya banyak, mengumpulkan massa besar, desak-desakan dan teriak. Harusnya dihitung musik di luar emosi pasti kebawa dengan hiburannya," ucap Ridwan Kamil di Bandung, Rabu (1/7/2020).

Menurut Ridwan Kamil, dalam proses menuju kebiasaan adaptasi baru atau new normal terdapat aturan hindari kerumunan, cuci tangan dan memakai masker. Oleh sebab itu, polisi sudah benar memanggil pihak penyelenggara acara tersebut.

"Polisi sudah benar akan memanggil, apakah disengaja atau tidak disengaja. Apakah ada hal-hal perlu ditegakkan untuk perlu ditindak," ucap dia.

Pria disapa Kang Emil itu juga meminta semua pihak atau masyarakat tidak meniru acara tersebut di tengah pandemi Covid-19. Sebab saat ini kepala daerah sedang menangani wabah virus corona.

"Ini menjadi pelajaran, tolong yang lain-lain jangan mengulangi jangan meniru. Dan harus selalu meminta izin dengan jelas terkait protokol kesehatan," katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso mengatakan acara tersebut menjadi atensi Kapolda Jabar dan Pangdam Siliwangi. Keduanya sudah memberikan dukungan kepada Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor.

Dia menambahkan petugas akan meminta keterangan Rhoma Irama dan panitia penyelenggara acara tersebut "Nanti dari Polres Bogor yang akan mengundang (memanggil) pihak penyelenggara. Rhoma Irama juga (dipanggil)," ucap Erlangga.

Seperti diberitakan, Raja Dandut Rhoma Irama tampil di acara khitanan putra dari tokoh masyarakat di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Acara ini mendapat teguran keras dari Gugus Tugas Penanganggulangan COVID-19 Kabupaten Bogor. 


Editor : Faieq Hidayat