Rekonstruksi Bocah 5 Tahun Dibunuh Ibu Tiri usai Dicabuli 2 Kakaknya di Sukabumi

Indra Firdaus ยท Selasa, 01 Oktober 2019 - 10:28 WIB
Rekonstruksi Bocah 5 Tahun Dibunuh Ibu Tiri usai Dicabuli 2 Kakaknya di Sukabumi
Para tersangka saat melakukan rekonstruksi di salah satu ruangan Mapolres Sukabumi Kota. (Foto: iNews/Indra Firdaus)

SUKABUMI, iNews.id – Polres Sukabumi Kota melakukan rekonstruksi atas kasus dugaan pembunuhan dan pencabulan dengan korban NP, bocah berusia lima tahun. Reka ulang dilakukan secara tertutup di ruangan Mapolres karena Kedua tersangka masih di bawah umur.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo mengatakan, ada 34 adegan yang dilakukan ketiga tersangka dalam melancarkan aksinya. Mereka yakni ibu tiri korban SR (35) dan dua kakak angkatnya RD (14) serta RN (16).

“Tidak ada fakta baru dalam rekonstruksi. Semua sudah sesuai dengan dalam penyidikan,” ujarnya.

Pantauan iNews, proses rekonstruksi berlangsung selama 42 menit. Dimulai ketika korban dicabuli kedua tersangka hingga akhirnya dicekik ibu tiri sampai tewas. Jenazahnya kemudian mereka bawa ke sungai dengan cara digendong secara bergantuan. Sesampai di sungai, jasadnya lalu dibuang.

“Jadi ketiga tersangka ini terlibat dalam pembunuhannya. Eksekusi pada adegan ke-22,” kata Kapolres.

Menurutnya, pengungkapan kasus ini sekaligus membuka skandal hubungan sedarah atau inses antara ibu dan anak. Di mana tersangka SR sempat berhubungan badan dengan RN usai mencabuli korban.

“Motif SR hingga terjadi kasus inses ini karena tersangka sudah lama tidak mendapat nafkah batin dari suami. Dia melampiaskan hasratnya kepada kedua anak kandungnya,” ujarnya.

Diketahui, kasus pembunuhan NP dan hubungan inses keluarga ini menggemparkan warga Kampung Bojongloa Wetan, Kelurahan Situ Mekar, Kecamatan Lembur Situ, Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Ketiga tersangka diancam dengan Pasal 76d juncto Pasal 81 dan atau Pasal 76e juncto Pasal 82 undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.


Editor : Donald Karouw