Reini Wirahadikusumah Lantik Jajaran Pejabat Rektor ITB Periode 2020-2025

Muhammad Fida Ul Haq ยท Selasa, 11 Februari 2020 - 12:10 WIB
Reini Wirahadikusumah Lantik Jajaran Pejabat Rektor ITB Periode 2020-2025
Reini melantik pejabat rektorat ITB, Selasa (11/2/2020) (Foto: dok. ITB)

BANDUNG, iNews.id - Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Reini Wirahadikusumah resmi melantik jajaran pejabat baru di lingkungan ITB Periode 2020-2025, Rabu (5/2/2020) di Aula Timur, Kampus ITB.

Pejabat yang dilantik tersebut meliputi Ketua Satuan Pengawas Internal, Ketua Satuan Penjaminan Mutu, Direktur, Kepala Biro, Kepala UPT (Unit Pelaksana Teknis), dan Kepala Lembaga. Acara pelantikan tersebut dihadiri pula oleh para Wakil Rektor dan Sekretaris Institut, Senat Akademik ITB, MWA (Majelis Wali Amanat) ITB, Forum Guru Besar ITB, dan para pimpinan ITB periode sebelumnya.

Dalam sambutannya, rektor perempuan pertama di ITB ini mengatakan struktur pimpinan ITB sudah dimatangkan sejak Januari 2020. Dia berharap ITB dapat bergerak lebih lincah, pengembalian keputusan lebih tepat, dan cepat.

“Penempatan para pejabat dalam struktur organisasi kami rampungkan secara teliti, mempertimbangkan ketepatan antara tupoksi dan kompetensi para calon pejaba,” kata Reini seperti dikutip dari situs resmi ITB.

Reini mengatakan semua pejabat yang dilantik harus bisa mewujudkan ITB sebagai 'A Globally Respected and Locally Relevant University'. Pimpinan ITB telah menyusun Strategi Pencapaian Wujud ITB 2025 yang meliputi lima langkah.

Pertama adalah penataan struktur organisasi agar mampu bergerak dengan gesit, manajemen sumberdaya insani sebagai aset, dengan pemanfaatan sistem informasi manajemen mengikuti best practices.

Kedua adalah peningkatan pendapatan melalui cara-cara yang kreatif dan bermartabat, untuk pendanaan upaya transformasi. Ketiga adalah adopsi pradigma Pendidikan 4.0. Perluasan pengalaman belajar sehingga lebih bordless, penguatan kemampuan critical thinking, complexity/non-linear thinking, inter-disciplinary thinking, independent learning dan collective learning.

Langkah keempat adalah penguatan ekosistem inovasi ITB, dengan pondasi budaya ilmiah yang unggul. Riset unggulan dipertajam dengan pendekatan lintas atau trans-disiplin. Kelima adalah manajemen perubahan. Dia menyampaikan, perubahan pejabat adalah dalam rangka kepentingan organisasi.

Pembenahan dan pemantapan organisasi juga dalam rangka penyelenggaraan amanah dan pelayanan yang lebih baik, serta menggulirkan kepemimpinan yang berkelanjutan. Dia mengucapkan apresiasi kepada pengurus ITB pada periode sebelumnya.

“Kami akan melanjutkan karya untuk ITB menjadi untaian mata rantai yang sinambung, progresif, dan harmonis,” katanya.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq