Ratusan Siswa di Bandung Barat Kembali Keracunan MBG
CIMAHI, iNews.id - Ratusan siswa SMP Negeri 1 Cisaro, Kabupaten Bandung Barat, mengalami gejala keracunan makanan usai menyantap hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan dalam kegiatan sekolah. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (14/10/2025) sore.
Ratusan siswa mendapatkan penanganan medis, di posko darurat maupun di sejumlah rumah sakit rujukan. Pantauan di Rumah Sakit (RS) Cibabat, Cimahi hingga Selasa malam hanya tersisa tujuh siswa yang masih dirawat di posko SMPN 1.
Sebagian besar siswa lainnya telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik. Namun, sejumlah siswa masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit rujukan, termasuk RS Cibabat, RS Lembang, RS ATP dan beberapa puskesmas setempat.
Menu makanan yang dikonsumsi para siswa saat kejadian terdiri dari ayam, tahu, capcai, melon dan nasi. Meski demikian, hingga kini penyebab pasti dari keracunan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Gejala yang dialami para siswa umumnya serupa, yakni mual, mulas dan sesak napas yang muncul beberapa jam setelah makan. Beberapa siswa bahkan sempat mengikuti kegiatan belajar sebelum akhirnya merasakan gejala dan dibawa ke posko untuk mendapatkan penanganan.
Menanggapi kejadian ini, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Namun, Bupati Bandung Barat menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh kegiatan SPPG (Sekolah Penggerak Penguatan Gizi) di wilayah tersebut.
SPPG di Cisaro sendiri untuk sementara waktu ditutup, dan seluruh kegiatan dihentikan hingga evaluasi selesai dilakukan.
Pemerintah daerah dan pihak sekolah terus memantau perkembangan kondisi siswa serta menunggu hasil resmi dari laboratorium untuk memastikan penyebab insiden ini.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkap penyebab keracunan massal program MBG yang terjadi di beberapa wilayah. Menurutnya hal itu terjadi karena ada prosedur yang tak dijalankan.
Prasetyo mengatakan, hampir di semua tempat yang melaporkan kasus keracunan diketahui tak menjalankan aturan yang sudah ditetapkan.
"Kekurangan yang terjadi itu yang kita perbaiki karena data juga mengatakan bahwa di tempat-tempat yang terjadi permasalahan, hampir semuanya karena tidak menjalankan prosedur seperti yang seharusnya," kata Prasetyo usai upacara HUT ke-80 TNI di lapangan Monas, Jakarta, Minggu (5/10/2025).
Editor: Kurnia Illahi