Ratusan Santri di Cianjur Mengungsi karena Ponpes Terbakar

Antara ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 08:35 WIB
Ratusan Santri di Cianjur Mengungsi karena Ponpes Terbakar
Ponpes Nurul Huda di Kampung Sindangsari, Desa Bojongkasih, Kecamatan Kadupandak, Cianjur, ludes terbakar, (Foto Antara).

CIANJUR, iNews.id - Ratusan santri Pondok Pesantren Nurul Huda di Kampung Sindangsari, Desa Bojongkasih, Kecamatan Kadupandak, Cianjur, Jawa Barat, terpaksa diungsikan. Sebab pesantren dan asrama yang mereka tempati hangus terbakar.

"Warga dan santri yang mendapati hal tersebut langsung berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Namun angin yang bertiup kencang membuat api dengan cepat menjalar dari asrama ke ruang belajar. Hampir seluruh bangunan ludes terbakar," kata Kapolsek Kadupandak AKP Deden, Rabu (24/6/2020) malam.

Berdasarkan keterangan saksi mata, api pertama kali terlihat sudah membesar di bagian asrama santri. Kemudian api cepat menjalar ke ruangan belajar di pesantren tersebut.

Saat api membesar, santri dibantu warga sekitar kesulitan memadamkan api dengan alat seadanya dan jarak sumber air yang cukup jauh. Akibatnya api membakar seluruh bangunan.

Selang dua jam api berkecamuk dan nyaris meratakan seluruh bangunan, akhirnya dapat dipadamkan. Selain bangunan, barang berharga milik santri dan kitab yang biasa dipakai untuk belajar seluruhnya hangus terbakar.

Atas kejadian itu, tidak ada korban jiwa namun kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Hingga saat ini petugas masih menyelidiki penyebab utama kebakaran yang diduga berasal dari tungku kayu yang lupa dimatikan.

"Kami masih menyelidiki penyebab kebakaran karena ada yang menyebutkan akibat arus pendek listrik dan ada pula yang menyebutkan tungku api yang biasa dipakai santri memasak lupa dipadamkan. Untuk sementara santri diungsikan di rumah warga setempat," katanya.

Sementara itu, Camat Kadupandak Fatah Rizal mengaku melaporkan kebakaran tersebut ke dinas terkait agar segera mendapat bantuan karena sebagian besar santri tidak memiliki pakaian dan makanan karena ludes terbakar. Saat ini ratusan santri menumpang di rumah warga.

Sedangkan untuk proses belajar mengajar bagi santri, dia akan berkoordinasi dengan madrasah yang terdekat dengan lokasi ponpes yang terbakar.

"Kami sudah laporkan hal tersebut kedinas terkait dan Bupati Cianjur, harapan pengurus ponpes bisa mendapat bantuan untuk membangun kembali asrama dan tempat belajar santri yang nyaris rata dengan tanah. Kami juga sudah meminta BPBD dan Dinas Sosial Cianjur, memberikan bantuan makanan dan pakaian," katanya.


Editor : Faieq Hidayat